Update Kasus Dokter Kandungan Cabul di Garut, Korban Bertambah Jadi Lima Orang
Salah satu dari korban yang melapor adalah seorang ibu hamil yang rekaman CCTV-nya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Jumlah warga yang melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter kandungan berinisial MSF terus bertambah. Hingga saat ini, tercatat lima orang pasien telah secara resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Salah satu dari korban yang melapor adalah seorang ibu hamil yang rekaman CCTV-nya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan, laporan dari para korban terus berdatangan sejak kasus ini mencuat. Pihaknya juga masih membuka posko pengaduan bagi warga yang merasa menjadi korban MSF.
"Hingga hari ini kami setidaknya sudah menerima lima laporan resmi dari lima orang korban yang diduga mendapatkan pelecehan seksual dari tersangka MSF dari yang awalnya dua orang. Seluruh korban yang melapor adalah pasien dari tersangka MSF," ujar Joko.
Joko mengonfirmasi salah satu pelapor adalah ibu hamil dalam video viral tersebut.
"Iya memang salah satu dari lima orang korban yang sudah membuat laporan ke kami ini adalah korban yang video rekaman CCTV-nya sempat viral. Sebelumnya yang bersangkutan belum membuat laporan karena harus izin dulu ke suaminya, kalau saat ini yang bersangkutan sudah menerima izin dari suaminya," jelasnya.
Peristiwa Terjadi 2024
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, seluruh korban mengalami dugaan pelecehan seksual oleh MSF pada tahun 2024. Saat itu, kelimanya sedang dalam masa kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke tersangka.
"Seluruh korban saat ini sudah melahirkan anaknya yang ketika hamil sempat diperiksakan ke MSF," kata Joko.
Meski lima korban telah melapor, MSF tetap bersikukuh hanya melakukan pelecehan kepada empat pasien.
"Ini tentunya bertolak belakang antara pengakuan tersangka dengan jumlah korban yang melapor. Jadi kami masih terus melakukan pendalaman, baik kepada tersangka maupun korban, dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban ini akan terus bertambah," pungkas Joko.