Tol Cikampek dan Cipali Mulai Dipadati Pemudik, Opsi One Way Disiapkan
Penerapan sistem one way berlaku untuk perjalanan pengendara dari arah Bandung ke Jakarta nantinya akan dibelokkan ke Dawuan.
Hari Kamis (27/3) menjadi hari terakhir PNS dan pegawai swasta kerja sebelum libur Lebaran. Terpantau, mulai terjadi kepadatan arus mudik di Tol Cipali.
Bahkan, imbas kemacetan hampir menyentuh Tol Cikatama. Melihat kondisi ini, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas one way pun tengah disiapkan.
"Sekarang fokus kita bagaimana mengurangi kepadatan di Cipali Polda Jabar, ekornya sudah hampir menyentuh ke Cikatama KM 70," ujar Kepala Induk PJR Cikampek AKP Sandy Titah Nugraha kepada wartawan, Kamis (27/3).
Rencananya, pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way digelar sekitar pukul 11.30 atau 12.00 WIB. Hanya saja, kini tinggal menunggu keputusan Kakorlantas Polri terkait penerapannya.
“Sebentar lagi satu jam ke depan akan dilakukan one way, saat ini sedang dilakukan sterilisasi jalur B-nya menuju ke timur. Nanti dilakukan one way dari KM 70 hingga KM 188 ,” jelas dia.
Penerapan sistem one way berlaku untuk perjalanan pengendara dari arah Bandung ke Jakarta nantinya akan dibelokkan ke Dawuan.
“Untuk arah sebaliknya yang dari timur menuju Jakarta, setibanya nanti di KM 72 akan dimasukkan ke Cikopo dan akan keluar di Dawuan menuju Jakarta,” ujar Sandy.
Cikampek-Palimanan juga Padat
Kepadatan arus mudik juga terpantau di ruas Cikampek hingga Palimanan tepatnya di Command Center KM 188. Tampak sejak pagi tadi sudah terjadi peningkatan arus keluar dari Jabodetabek.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso mengatakan, sejak pagi pihaknya memantau pergerakan arus mudik, khususnya menuju ke arah timur. KM 188, Cikatama, dan Kalikangkung menjadi titik penyeimbang jika diberlakukannya rekayasa lalu lintas One Way, baik di jalur A maupun jalur B.
"KM 188 ini adalah penyeimbang, penyeimbang antara apabila diberlakukan One Way antara jalur A maupun jalur B, maka akan kita seimbangkan di sini. Ini menjadi titik krusial juga di KM 188, kemudian Cikatama, Pejagan, dan Kalikangkung," tutur Slamet dalam keterangannya, Kamis (27/3).
Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya insiden di sejumlah jalur menyempit atau bottle neck, petugas kepolisian sudah disiagakan, baik di KM 47, KM 70, hingga KM 101.
"Kemudian yang kita antisipasi ada beberapa insiden di jalur-jalur yang memiliki bottle neck. Di KM 47, dari enam lajur menjadi empat lajur. Di KM 70, dari empat lajur menjadi tiga lajur. Kemudian di KM 101, dari tiga lajur menjadi dua lajur,” jelas dia.
Dia pun mengimbau kepada para pengemudi yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025 untuk mengecek kesehatan diri dan kendaraannya. Jika merasa lelah di jalan, segera beristirahat di rest area yang telah tersedia.
"Silakan para pengemudi istirahat, baik itu di rest area maupun pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu dari kepolisian yang digelar dari mulai Jakarta hingga Jawa Timur. Silakan istirahat, nikmati waktu istirahat, sehingga kembali segar untuk melanjutkan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat," ujar Slamet.