Cirebon, Jawa Barat – Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota, Jawa Barat, telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2026. Rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi kendaraan kini diterapkan di rest area 207A Tol Palimanan-Kanci (Palikanci).
Kebijakan ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik di ruas tol strategis tersebut. Peningkatan volume kendaraan yang masuk dan beristirahat di rest area menjadi perhatian utama pihak kepolisian.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar di Cirebon, Minggu, menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah pihaknya mengamati adanya peningkatan jumlah kendaraan yang berhenti di rest area 207A Palikanci hingga Minggu pukul 13.53 WIB.
Advertisement
Advertisement
AKBP Eko Iskandar menyoroti adanya peningkatan kendaraan yang beristirahat di rest area 207A Tol Palikanci. Fenomena ini dianggap sebagai indikator awal dari tanda-tanda peningkatan arus mudik Lebaran yang akan datang. Meskipun demikian, secara umum kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota masih terpantau kondusif dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang lebih besar, kepolisian telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis. Penempatan personel dilakukan baik di jalur tol maupun di jalur arteri yang melintasi wilayah Cirebon. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Pemantauan arus kendaraan di ruas tol dilakukan melalui koordinasi erat dengan pengelola jalan tol. Pengelola tol memiliki akses data lalu lintas kendaraan secara berkala, yang sangat penting untuk analisis dan pengambilan keputusan cepat. Data per menit di ruas tol terus dikoordinasikan untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini.
Advertisement
Advertisement
Penerapan sistem kanalisasi kendaraan di rest area 207A Tol Palikanci menjadi strategi utama Polres Cirebon Kota. Kanalisasi ini dirancang untuk memastikan arus keluar masuk rest area tetap berjalan lancar, menghindari penumpukan kendaraan di dalam maupun di akses masuk-keluar.
Koordinasi dengan pengelola tol sangat vital dalam memantau data lalu lintas secara real-time. Informasi ini memungkinkan petugas untuk merespons cepat terhadap perubahan kondisi di lapangan. Sementara itu, pemantauan di jalur arteri dilakukan melalui pengamatan langsung oleh petugas di lapangan, mengingat jalur ini belum dilengkapi sistem penghitungan lalu lintas otomatis.
Peningkatan arus kendaraan juga dapat diamati dari mobilitas kendaraan yang keluar masuk gerbang tol menuju wilayah Cirebon. Indikator ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pergerakan pemudik. Pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 WIB, rest area 207A sempat terlihat cukup padat, bertepatan dengan waktu istirahat dan makan siang para pengguna jalan.
Advertisement
Advertisement
Kepadatan di rest area 207A Tol Palikanci pada Minggu siang menunjukkan potensi penumpukan saat puncak arus mudik. Kapolres Eko Iskandar menegaskan bahwa sistem kanalisasi diterapkan untuk mengurai antrean dan menjaga kelancaran. "Siang ini mulai pukul 12.00 WIB kami melihat rest area lumayan padat karena banyak pengguna jalan yang beristirahat," kata AKBP Eko Iskandar.
Apabila kanalisasi tidak lagi mampu mengurai antrean kendaraan, Polres Cirebon Kota telah menyiapkan langkah darurat. Opsi penutupan sementara rest area akan diberlakukan jika diperlukan. Kebijakan ini diambil untuk mencegah gangguan serius terhadap arus lalu lintas utama di jalan tol.
Tujuan utama dari semua rekayasa lalu lintas ini adalah untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik selama Lebaran 2026. Kepolisian berkomitmen untuk terus memantau dan menyesuaikan strategi sesuai dengan dinamika arus kendaraan di lapangan. "Apabila dibutuhkan dan kanalisasi tidak lagi mampu mengurai antrean, kami akan melakukan penutupan sementara rest area agar tidak mengganggu arus lalu lintas di tol," ucap AKBP Eko Iskandar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews