Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi titik keluar Jakarta menuju arah Tol Trans Jawa. Tercatat ada 20.803 kendaraan yang keluar sepang mudik lebaran. Sementara, 13.095 kendaraan masuk kembali ke Jakarta.
Titik lain adalah Gerbang Tol Cikupa, yang mengarah ke Merak. Kondisinya sama, mengalami lonjakan signifikan dengan 17.138 kendaraan keluar Jakarta dan 28.772 kendaraan kembali masuk.
Ada pula Gerbang Tol Ciawi, yang menuju arah Bogor yang tidak kalah sibuk, dengan 22.453 kendaraan keluar Jakarta dan 11.363 kendaraan masuk.
Selanjutnya, untuk Gerbang Tol Kalihurip Utama, yang mengarah ke Bandung, mencatatkan 22.662 kendaraan keluar dan 15.125 kendaraan masuk.
Satgas Humas Ops Ketupat Kombes Ahmad Mustofa Kamal menuturkan, strategi yang tepat diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Sehingga arus mudik lancar dan aman.
"Mengenai situasi lalu lintas, yang menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan volume kendaraan, upaya rekayasa dan pengaturan lalu lintas telah mengurangi potensi kemacetan parah," kata Kamal kepada wartawan, Kamis (3/4).
"Rekayasa lalu lintas tetap menjadi andalan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di beberapa titik padat arus kendaraan," ujarnya.
Kamal membeberkan, di Tol Cikampek, rekayasa satu lajur diterapkan pada pukul 12.08-13.19 WIB dan kembali diterapkan pada pukul 21.00-23.00 WIB. Lalu, Tol Jagorawi, rekayasa serupa dilakukan pada pukul 08.00-10.00 WIB di jalur arah Ciawi.
Sementara di Tol Borr-Bocimi, dilakukan rekayasa dua lajur pada pukul 09.40 WIB dan 16.00 WIB untuk mengatur arus kendaraan yang menuju arah Patung Kuda.
Korps Bhayangkara juga melakukan penutupan sementara di Tol Cipularang pada pukul 21.16 WIB di kilometer 76-37 Deltamas, yang berlanjut hingga pukul 23.00 WIB.
Kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas juga tetap berlaku. Pembatasan ini diberlakukan sejak 24 Maret hingga 8 April 2025, dengan pengecualian untuk kendaraan logistik yang mendistribusikan barang penting seperti bahan pokok, uang, atau kebutuhan khusus lainnya.
Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, namun angka kecelakaan lalu lintas disebutnya pada hari ke-11 Operasi Ketupat relatif terkendali.
Tercatat, ada 182 kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 Polda Prioritas yang mengalami 7 korban meninggal dunia, 18 luka berat, dan 285 luka ringan.
"Kerugian material tercatat sebesar Rp258,35 juta. Di wilayah 28 Polda, tercatat 20 korban meninggal dunia, 27 luka berat, 129 luka ringan, dengan kerugian material mencapai Rp284,3 juta," sebutnya.
Masyarakat diminta untuk selalu menjaga jarak aman dan berkendara dengan konsentrasi penuh. Selain itu, Polri mengimbau agar pengendara memanfaatkan rest area untuk beristirahat guna menghindari kelelahan yang bisa berisiko.
"Dengan adanya berbagai upaya rekayasa lalu lintas dan pemantauan terus-menerus oleh aparat kepolisian, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan lancar selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025," tutupnya.