Tokoh Adat Badui Desak Pemerintah Segera Realisasikan Pembangunan Jalan Simpang - Ciboleger
Jaro Oom, tokoh adat Badui, mendesak Pemprov Banten dan Pemkab Lebak mempercepat pembangunan jalan Simpang - Ciboleger yang rusak parah. Pembangunan Jalan Badui ini krusial untuk ekonomi lokal.
Tokoh adat Badui, Jaro Oom, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kanekes, secara tegas mendesak Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak. Desakan ini terkait percepatan pembangunan ruas jalan Simpang menuju Terminal Ciboleger yang memiliki panjang sekitar 8 kilometer. Kondisi jalan yang memprihatinkan ini telah menjadi keluhan utama masyarakat setempat.
Permintaan pembangunan jalan ini telah berulang kali disuarakan oleh Jaro Oom. Hal tersebut disampaikan baik saat upacara ritual Seba maupun ketika pejabat pemerintahan bersilaturahmi ke wilayah Badui. Jaro Oom menekankan pentingnya infrastruktur jalan demi kesejahteraan warganya.
Kerusakan jalan yang parah ini berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat Badui. Selain itu, kunjungan wisatawan dan peserta Seba Badui juga mengalami penurunan. Oleh karena itu, perbaikan jalan menjadi prioritas mendesak bagi komunitas adat tersebut.
Kondisi Jalan dan Dampak Ekonomi
Ruas jalan Simpang menuju Terminal Ciboleger merupakan akses utama menuju pintu pertama permukiman Badui. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan dengan banyak lubang dan aspal yang mengelupas, memperlihatkan bebatuan di bawahnya. Kerusakan ini tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan tetapi juga menghambat mobilitas.
Jaro Oom menjelaskan bahwa kerusakan jalan tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Badui. "Ruas jalan tersebut tentu berdampak terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat Badui dan pengunjung Seba Badui ke sini berkurang akibat kerusakan jalan tersebut," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur jalan memiliki korelasi langsung dengan aktivitas ekonomi lokal.
Warga Badui, Pulung (55), juga mengungkapkan harapannya agar ruas jalan tersebut segera dibangun. Menurutnya, jalan yang berlubang dan berbatu ini tidak hanya rawan kecelakaan tetapi juga mengurangi minat kunjungan ke permukiman Badui. Pembangunan jalan Badui diharapkan dapat membawa peningkatan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat adat.
Masyarakat Badui hingga kini tidak menerima bantuan dana desa (DD) dari pemerintah, sehingga pembangunan infrastruktur jalan menjadi perhatian khusus. Permintaan ini menjadi krusial mengingat peran jalan sebagai urat nadi perekonomian dan aksesibilitas bagi komunitas adat yang menjaga tradisi.
Harapan Masyarakat dan Respons Pemerintah Daerah
Jaro Oom secara spesifik berharap Bupati Lebak Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni dapat berkolaborasi untuk pembangunan jalan menuju masyarakat Badui. "Kami berharap Bupati Lebak Hasbi Asyidiki dan Gubernur Banten Andra Soni bisa berkolaborasi untuk pembangunan jalan menuju masyarakat Badui," katanya. Kolaborasi ini dianggap penting untuk mempercepat realisasi perbaikan infrastruktur.
Pulung juga menambahkan harapannya agar pembangunan jalan menuju Badui dapat direalisasikan pada tahun 2026. Ia percaya bahwa dengan perbaikan jalan, kehidupan masyarakat setempat akan menjadi lebih baik dan kesejahteraan dapat meningkat. Pembangunan jalan Simpang Ciboleger ini adalah kunci pembuka potensi ekonomi.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan fokus anggaran tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur jalan, ketahanan pangan, dan pengendalian kemiskinan. Meskipun alokasi APBD tahun 2026 sebesar Rp2,74 triliun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, fokus utama tetap pada kesejahteraan masyarakat.
Amir Hamzah berharap pembangunan jalan menuju Badui dapat direalisasikan tahun depan. "Kita berharap jalan menuju Badui tahun depan bisa direalisasikan, termasuk ketahanan pangan dan pengendalian kemiskinan," ujarnya. Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni juga menyampaikan terima kasih atas perhatian terhadap warga Suku Badui dan berjanji menindaklanjuti permintaan masyarakat melalui bakti sosial dan dialog.
Sumber: AntaraNews