TNI AU Ungkap Kondisi Pesawat Latih yang Jatuh di Bogor Sebelum Terbang
Kecelakaan terjadi saat pesawat melakukan latihan terbang dari Lanud Atang Sendjaja atau Lapangan Udara ATS.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama (Marsma) TNI I Nyoman Suadnyana mengonfirmasi bahwa telah terjadi kecelakaan pada pesawat milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). Insiden tersebut terjadi saat pesawat sedang menjalani latihan terbang dari Lapangan Udara ATS atau Lanud Atang Sendjaja.
"Informasi yang kami terima sementara ini adalah bahwa pesawat FASI terbang dari lanud ATS untuk melaksanakan training, biasa latihan, dan insiden terjadi sekitar pukul 10 pagi," ungkap Nyoman kepada awak media pada hari Minggu (3/8).
Mengenai penyebab kecelakaan, Nyoman menjelaskan bahwa tim saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia menegaskan bahwa sebelum terbang, pesawat telah melalui uji kelayakan dan dinyatakan dalam kondisi baik.
"Ini masih dalam proses penyelidikan, kami belum bisa memastikan penyebabnya, karena pesawat dalam kondisi bagus sebelum terbang," jelas Nyoman.
Dia juga menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi di lokasi kejadian.
"Saya masih menuju lokasi," tutupnya.
Sebelum pesawat jatuh, warga dengar suara dentuman
Enjat Sudrajat, seorang saksi mata, menyaksikan secara langsung momen pesawat latih yang jatuh di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Dia mengungkapkan bahwa insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Ketika kejadian berlangsung, dia sedang melakukan pembersihan makam.
Tak lama setelah itu, dia mendengar suara pesawat yang melintas tepat di atas area pemakaman. Pada saat itu, suara mesin pesawat sangat keras terdengar.
"Saat melintas, terbang miring. Tidak lama, pesawat itu jatuh di dekat pemakaman," ungkap Enjat.
Setelah pesawat jatuh, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut segera bergegas menuju lokasi untuk memberikan bantuan dalam evakuasi korban.
"Informasi di dalam pesawat ada dua orang, satu orang pilot dikabarkan meninggal dunia dan satu lagi mengalami luka-luka," ujarnya.
Kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Atang Sandjaja Bogor untuk mendapatkan perawatan medis.
Kejadian ini tentu saja menimbulkan kepanikan di antara warga yang berada di sekitar lokasi, dan mereka berdoa agar semua korban mendapatkan pertolongan secepatnya.