Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Marsma Fajar Adriyanto, Jenazah Tiba Disambut Isak Tangis
Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa tampak berjejer rapi di halaman rumah duka, dikirim oleh para tokoh penting.
Suasana duka menyelimuti rumah almarhum Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto di Jalan Triloka XI, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/8).
Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa tampak berjejer rapi di halaman rumah duka, dikirim oleh para tokoh penting, mulai dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hingga Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono.
Pantauan Liputan6.com pada pukul 14.30 WIB menunjukkan sejumlah pelayat mulai berdatangan, termasuk keluarga besar almarhum dan rekan-rekan prajurit TNI AU. Karangan bunga juga terus berdatangan, termasuk dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa.
Jenazah Marsma Fajar tiba di rumah duka sekitar pukul 15.20 WIB dan langsung disambut isak tangis pihak keluarga serta rekan-rekan sesama prajurit. Peti jenazah kemudian dibawa ke dalam rumah oleh pasukan TNI dengan penuh kehormatan.
Sebelumnya diberitakan, Marsma TNI Fajar Adriyanto menjadi korban dalam insiden jatuhnya pesawat latih milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Minggu pagi. Ia menjabat sebagai pilot dalam misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyampaikan bahwa pesawat lepas landas dari Pangkalan Udara Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB.
"Penerbangan dilakukan dalam rangka latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI sebagai bagian dari pemeliharaan kemampuan dirgantara," ujar Nyoman dalam keterangan pers.
Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak. Tak lama kemudian, pesawat ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana. Kedua awak langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. M. Hassan Toto.
Namun, Marsma Fajar dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Sementara co-pilot bernama Roni masih dalam perawatan.
Nyoman menambahkan bahwa penerbangan tersebut telah mengantongi Surat Izin Terbang (SIT) dengan nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja.
Pesawat juga dinyatakan laik terbang dan tengah melakukan sortie kedua pada hari itu. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan TNI AU.