Terungkap: Wajah di Balik Pengisi Suara Robot Film Pelangi di Mars yang Penuh Petualangan
Mahakarya Pictures memperkenalkan para pengisi suara robot di film "Pelangi di Mars", menampilkan talenta di balik karakter Kimchi, Sulil, Petya, Yoman, dan Batik yang siap menghibur penonton.
Rumah produksi Mahakarya Pictures secara resmi mengungkap identitas para pengisi suara robot dalam film fiksi ilmiah terbaru mereka, "Pelangi di Mars", pada sebuah konferensi pers di Jakarta pada Jumat (13/2). Acara ini menandai langkah penting dalam memperkenalkan karakter-karakter unik yang akan memeriahkan petualangan di planet merah.
Pengungkapan ini bertujuan untuk memberikan gambaran lebih dekat kepada publik mengenai talenta-talenta di balik lima robot utama: Kimchi, Sulil, Petya, Yoman, dan Batik. Masing-masing pengisi suara berbagi pengalaman dan tantangan dalam menghidupkan karakter robot dari berbagai koloni.
Produser Rendy Gunawan dari MBK Production menyatakan bahwa proyek ini merupakan wujud mimpi masa kecil untuk melihat Indonesia maju di kancah perfilman fiksi ilmiah. Film "Pelangi di Mars" dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada momen Lebaran 2026, tepatnya 18 Maret mendatang.
Mengenal Karakter Robot Kimchi dan Sulil
Robot Kimchi, yang berasal dari koloni Korea, diisi suaranya oleh Vanya Rivani. Kimchi digambarkan sebagai robot yang cerewet dan gemar membuat vlog, menjanjikan tingkah laku yang menghibur dan penuh energi bagi penonton.
Vanya Rivani menjelaskan bahwa karakter Kimchi akan menunjukkan seberapa cerewet dan rempongnya robot tersebut dalam petualangan Pelangi. Penonton diharapkan dapat merasakan dinamika unik dari robot berkarakter kuat ini.
Sementara itu, Dimitri Arditya dipercaya untuk mengisi suara robot Sulil dari koloni India. Dimitri mengakui tantangan besar dalam memerankan Sulil, yang mengharuskannya mempelajari aksen bicara orang India secara mendalam.
Dimitri bahkan melakukan riset ekstensif dengan menonton banyak film India dan menghubungi teman-temannya yang berasal dari India untuk mendapatkan logat yang otentik. Dedikasi ini menunjukkan komitmen para pengisi suara dalam memberikan performa terbaik.
Petya, Yoman, dan Batik: Pengisi Suara Robot dari Berbagai Koloni
Aktor ternama Gilang Dirga menyumbangkan suaranya untuk robot Petya, representasi dari koloni Rusia. Petya digambarkan sebagai robot pintar yang mulai merasa tersaingi oleh kecerdasan robot Batik, yang berasal dari Indonesia.
Gilang Dirga mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari proyek "Pelangi di Mars" ini, menyebutnya seperti mewujudkan mimpi masa kecil tentang Indonesia yang bisa maju. Ia mengaku ketagihan dengan pengalaman baru menjadi pengisi suara.
Kristo Immanuel menghidupkan karakter robot Yoman dari koloni Eropa, yang dikenal dengan kepribadiannya yang sangat santai. Kristo merasa karakter ini sangat cocok dengan dirinya yang sering meniru orang-orang dengan karakter santai.
Robot Batik, yang mewakili koloni Indonesia, diperankan oleh Bimo Kusumo. Batik memiliki peran penting sebagai pendamping sekaligus penjaga Pelangi, karakter utama dalam film, bahkan hampir menjadi sosok bapak bagi Pelangi.
Visi Sutradara dan Jadwal Tayang Pelangi di Mars
Film fiksi ilmiah "Pelangi di Mars" merupakan karya sutradara Upie Guava, yang mengaku sangat terinspirasi oleh kegemarannya pada genre fiksi ilmiah sejak kecil. Upie ingin mengembalikan hak anak-anak untuk berimajinasi tanpa batas melalui film ini.
Upie Guava melihat "Pelangi di Mars" sebagai jawaban atas kegelisahannya mengenai kurangnya ruang imajinasi bagi generasi muda saat ini. Ia berharap film ini dapat menumbuhkan kepercayaan bahwa tidak ada batasan yang tidak bisa ditembus, dan anak-anak adalah pahlawan sejati.
Film ini merupakan produksi kolaborasi antara Mahakarya Pictures, MBK Production, PT Produksi Film Negara (Persero) atau PFN, A&Z Films, Studio DossGuavaXR, dan RANS. Dukungan dari berbagai pihak ini menunjukkan skala besar proyek tersebut.
"Pelangi di Mars" dijadwalkan akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada momen Lebaran 2026, tepatnya tanggal 18 Maret. Film ini diharapkan dapat menjadi tontonan keluarga yang inspiratif dan menghibur selama libur Lebaran.
Sumber: AntaraNews