Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) secara aktif mendukung pengembangan serta promosi film animasi "Pelangi di Mars" melalui berbagai inisiatif strategis. Dukungan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan publik film tersebut dan mengoptimalkan potensi kekayaan intelektualnya.
Dalam upaya tersebut, Kemenekraf menjajaki kolaborasi aktivasi dengan berbagai pihak, termasuk InJourney Airports, agar konten promosi dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Penempatan konten di bandara serta pengembangan merchandise menjadi fokus utama.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan keyakinannya bahwa "Pelangi di Mars" memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menguatkan identitas karakter film dan memberikan nilai tambah bagi industri kreatif nasional.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Kemenekraf dan InJourney Airports Perluas Jangkauan "Pelangi di Mars"
Kemenekraf melihat potensi besar dalam pengembangan kekayaan intelektual (IP) "Pelangi di Mars" yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menegaskan pentingnya menjangkau publik lebih luas melalui berbagai saluran promosi.
Salah satu bentuk promosi yang digencarkan adalah mendorong pengembangan merchandise dari IP "Pelangi di Mars". Merchandise ini diharapkan dapat memiliki nilai tambah dalam menguatkan identitas dari tiap karakter yang ditampilkan dalam film animasi tersebut.
InJourney Airports, sebagai pengelola bandara, telah dikenal kerap melakukan berbagai aktivasi untuk menjadikan bandara lebih dari sekadar ruang transit, terutama pada momen hari besar. Sebelumnya, InJourney Airports juga sukses berkolaborasi dengan IP animasi "Jumbo", yang diterima positif oleh wisatawan domestik dan internasional.
Advertisement
Veri Setiady, Commercial Director of InJourney Airports, menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap kehadiran IP "Pelangi di Mars" di bandara dapat memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang dan meningkatkan pengetahuan mereka tentang film animasi tersebut.
Advertisement
Inovasi Teknologi dan Harapan untuk IP "Pelangi di Mars"
Film "Pelangi di Mars" merupakan produksi dari Mahakarya Pictures, sebuah rumah produksi yang bergerak di bidang audio visual. Film ini menonjolkan pendekatan kreatif dengan perpaduan live-action dan teknologi extended reality (XR).
Proses produksi "Pelangi di Mars" memanfaatkan teknologi virtual production dan unreal engine, dengan dukungan penuh dari tim di balik layar yang 100 persen berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan komitmen terhadap pengembangan talenta lokal dalam industri animasi.
Dendi Reynando, produser film animasi "Pelangi di Mars", mengungkapkan bahwa proses riset untuk IP ini telah dimulai sejak tahun 2020. Ia berharap "Pelangi di Mars" dapat menjadi IP yang tumbuh dan besar bersama anak-anak Indonesia di masa depan.
Advertisement
Kemenekraf senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap film-film animasi karya anak bangsa yang menghadirkan pendekatan kreatif dan inovatif. Hal ini sejalan dengan visi Kemenekraf untuk memajukan industri ekonomi kreatif nasional.
Sumber: AntaraNews