Terungkap, Gedung Terra Drone Kemayoran Terbakar bukan Lokasi Produksi Tapi Operasional dan Perbaikan
Pelanggan dapat membawa perangkat mereka untuk diperbaiki di gedung tersebut karena layanan servis memang dipusatkan di sana.
Polres Metro Jakarta Pusat terus mencari penyebab kebakaran yang menghanguskan Gedung Terra Drone. Polisi mengungkap bangunan tersebut digunakan sebagai pusat operasional perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan perbaikan drone.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan Terra Drone memang perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone. Namun, aktivitas di gedung tidak memproduksi drone, melainkan sebagai kantor, layanan servis, serta tempat teknisi melakukan perbaikan perangkat.
"Benar (perusahaan drone). Tidak produksi, tapi perbaikan dan kantor," kata Roby kepada wartawan, Rabu (10/12).
Dia mengatakan, pelanggan dapat membawa perangkat mereka untuk diperbaiki di gedung tersebut karena layanan servis memang dipusatkan di sana.
"Bisa. Servisnya memang di sana," ujar dia.
Total ada delapan saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan hingga hari ini,Rabu (9/12). Dia mengatakan, delapan terdiri dari manajemen perusahaan dan warga sekitar yang ada di lokasi kejadian.
"Jumlah saksi delapan yang sudah diperiksa, masih manajemen sama lingkungan sekitar," kata Roby dalam keterangannya, Rabu.
Polisi Panggil Pemilik Gedung
Sementara itu, kepolisian menyiapkan pemanggilan terhadap pemilik gedung serta pimpinan perusahaan. Identitas pemimpin perusahaan sudah dikantongi, namun posisinya masih ditelusuri sebelum pemeriksaan dilakukan.
"Kalau pemimpin perusahaannya namanya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ujar dia.
Usut Status Kepemilikan Gedung
Sementara status pemilik perusahaan, termasuk soal kewarganegaraannya, belum dapat dipastikan.
Roby menegaskan pihaknya belum menyimpulkan apakah pemilik perusahaan merupakan WNI atau WNA. Dia hanya memastikan bahwa perusahaan yang menaungi operasional gedung memang perusahaan asal Jepang, namun pimpinan yang akan diperiksa bukan warga negara Jepang.
"Perusahaannya perusahaan jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang jepang)," tandas dia.