Isu Kebakaran Gedung Terra Drone Dikaitkan Bencana Sumatra, Polisi Angkat Bicara
Kapolres Metro Jakarta Pusat mengaku menerima isu viral yang mengaitkan kebakaran Terra Drone dengan bencana di Sumatra.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Condro Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menerima berbagai isu viral yang beredar di masyarakat dan media sosial terkait kebakaran gedung Terra Drone.
Isu tersebut bahkan dikaitkan dengan bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra.
“Jadi terkait dengan isu-isu viral ya, saya juga menerima berbagai isu viral, dikaitkan dengan bencana alam, dikaitkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan mapping. Karena memang drone ini kan memang untuk mapping,” kata Susatyo kepada wartawan, Jumat (12/12).
Ia menjelaskan bahwa perangkat drone pada umumnya digunakan untuk berbagai keperluan pemetaan dan sektor pertanian.
“Tentunya alat ini digunakan memang adalah untuk agrikultur, untuk mapping area perkebunan, bahkan juga untuk kegiatan-kegiatan pertanian gitu ya,” sambungnya.
Fokus Penyebab Kebakaran
Meski isu berkembang luas, Susatyo menegaskan penyidik saat ini memusatkan perhatian pada penyebab kebakaran yang menelan banyak korban jiwa. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, sebanyak 22 orang dilaporkan meninggal dunia.
“Tetapi kami memang fokus pada penyebab kebakaran yang menyebabkan kematian di dunia dalam jumlah yang cukup fantastis, yang banyak,” tegasnya.
“Sehingga terkait dengan isu-isu bencana alam dan itu tentunya menjadi konsumsi publik ya,” tambah Susatyo.
Ia memastikan proses penyidikan dilakukan berdasarkan fakta dan temuan di lapangan.
“Tapi kami pastikan bahwa kami menyidik adalah berdasarkan adanya jiwa korban dan berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan,” ujarnya.
Tak Ada Koordinasi dengan Penyidik Bencana
Terkait kemungkinan keterkaitan kebakaran tersebut dengan bencana alam di Aceh atau wilayah Sumatra lainnya, Susatyo menyebut hingga kini belum ada koordinasi dari tim penyidik bencana.
“Bila memang adapun, pasti penyidik daripada yang sedang melakukan kegiatan penyidikan bencana alam di Sumatera, tentunya juga akan berkomunikasi dengan kami. Namun, sejauh ini tidak ada permintaan dan sebagainya dari tim penyidik bencana alam di Sumatra,” pungkasnya.