Terkuak! Pengelola SPPG Blora Sesalkan Video Inspeksi Viral, Sebut Timbulkan Kegaduhan
Pengelola SPPG Blora menyayangkan beredarnya video inspeksi mendadak yang viral, menyebutnya kurang tepat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik mengenai kondisi sebenarnya.
Sebuah video inspeksi mendadak (sidak) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidomulyo, Blora, yang menunjukkan kondisi kurang bersih, telah viral di berbagai platform media sosial beberapa waktu lalu. Video ini diambil oleh tim gabungan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora dan petugas Puskesmas setempat sebagai bagian dari Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL).
Mitra Yayasan Semua Anak Bangsa selaku pemilik SPPG Blora, Jalal, pada Sabtu (11/10), menyatakan penyesalannya atas penyebaran video tersebut. Ia menilai tindakan ini kurang tepat karena dapat memicu kesalahpahaman di masyarakat terkait situasi riil di lapangan.
Jalal menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari Dinkesda, namun ia menyesalkan video sidak yang tersebar luas tanpa konteks jelas. Hal ini berpotensi menciptakan persepsi negatif terhadap lembaga serta para petugas yang telah bekerja keras setiap hari.
Tanggapan Pengelola SPPG Blora Terkait Video Viral
Jalal, pemilik SPPG Sidomulyo, mengungkapkan bahwa setiap temuan di lapangan seharusnya diselesaikan secara internal dan dibahas bersama untuk perbaikan. Ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam proses pembinaan agar tidak langsung diviralkan.
“Kami sangat terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari Dinkesda. Namun, kami menyesalkan adanya video saat sidak yang tersebar luas tanpa konteks yang jelas. Hal itu berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap lembaga kami dan para petugas yang sudah bekerja keras setiap hari,” ujar Jalal.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama SPPG adalah memberikan pelayanan gizi terbaik bagi masyarakat penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pihak yayasan segera melakukan pembenahan di area dapur yang menjadi sorotan, termasuk meningkatkan kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Kami tidak anti-kritik. Justru kami berterima kasih atas perhatian dan pengawasan pemerintah. Tapi, kami berharap proses pembinaan dilakukan dengan cara yang mendidik dan beretika, demi menjaga kepercayaan publik,” tambahnya, menekankan komitmen terhadap perbaikan.
Temuan Sidak dan Pelanggaran Standar Kebersihan
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, menjelaskan bahwa sidak tersebut merupakan bagian dari Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang menjadi salah satu syarat penerbitan Surat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Mengenai video yang beredar, Edi menyatakan tidak mengetahui siapa yang mengambil dan menyebarkannya.
Koordinator SPPG Blora, Artika Diannita, membenarkan bahwa dapur SPPG Sidomulyo memang belum memenuhi standar sanitasi dan tata kelola pangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah pelanggaran serius yang perlu segera ditangani.
Pelanggaran tersebut meliputi pengelolaan limbah cair tanpa pengolahan memadai, penumpukan sampah yang tidak teratur, serta tata letak dapur yang berantakan. Kondisi ini berpotensi besar menimbulkan kontaminasi silang pada bahan makanan dan hidangan yang disiapkan.
Selain itu, bahan makanan ditemukan disimpan tidak sesuai prosedur, seperti bahan kering yang diletakkan di lantai dan bahan beku yang tidak dikelola dengan baik. Jalur keluar-masuk bahan mentah dan matang pun belum dipisahkan, menambah risiko kontaminasi.
Langkah Perbaikan dan Harapan ke Depan
Artika Diannita menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan teguran keras dan waktu tujuh hari kepada pengelola untuk melakukan perbaikan total. Ia berharap ini menjadi peringatan bagi seluruh dapur SPPG agar tidak mengabaikan aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Artika juga menyoroti menu makanan yang dinilai monoton dan kurang bergizi, serta fakta bahwa sebagian pekerja belum memiliki sertifikat penjamah makanan sesuai standar. Ia meminta agar Satuan Pelaksana Program (SPPI) lebih aktif melakukan pengawasan ke setiap dapur SPPG di wilayahnya.
Kasus ini menjadi momentum penting bagi semua pihak, baik Dinkesda, yayasan, maupun pengelola dapur, untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan gizi di Kabupaten Blora. Komunikasi yang baik antarinstansi sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
Dengan pembenahan menyeluruh dan pengawasan yang ketat, diharapkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan lebih efektif, higienis, dan transparan. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang layak dan aman.
Sumber: AntaraNews