Tegas! Dedi Mulyadi Hapus Perjalanan Dinas ke Luar Negeri: Ngapain, Ngomong Bahasa Inggrisnya juga Gak Bisa
Sementara untuk perjalanan dalam negeri tetap dianggarkan tapi dipotong 50 persen.
Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi memutuskan menghapus anggaran perjalanan dinas ke luar negeri. Selain itu, anggaran untuk perjalanan dinas di dalam negeri dipotong sesuai instruksi presiden (Inpres).
Hal itu ia sampaikan saat membahas anggaran bersama tim transisi di kediaman Dedi Mulyadi di Kabupaten Subang. Keputusannya itu diambil secara spontan tanpa pikir-pikir saat mengetahui anggaran yang disiapkan untuk gubernur.
“Hapus (perjalanan dinas ke luar neger). Ngapain, ngomong bahasa Inggirnya juga ga bisa,” kata dia dalam video yang diunggah di akun medsosnya dalam campuran Bahasa sunda.
“Perjalanan Dinas Dalam Negerinya dikurangi sesuai dengan inpres. Potong 50 persen,” kata Dedi menambahkan.
Semua SKPD Harus Efisiensi Termasuk Sekda
Dedi menegaskan, misi efisiensi anggaran harus diikuti oleh perangkat daerah yang lain, termasuk Sekretaris Daerah. Harapannya, bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan yang menjadi sasaran pengalihan anggaran.
“Sekda juga harus sama,” ucap dia.
Menurutnya, Pemilu menghabiskan dana Rp 800 miliar. Meski dirinya belum dilantik, Dedi sesumbar sudah mengefisiensikan anggaran Rp4 triliun.
"Saya sudah memberikan kontribusi pada negara Rp3,2 triliun. Kalau bukan saya pimpin, hilang itu Rp4 triliun. Bablas,” terang Dedi.
Diketahui, langkah efisiensi pun diambil dari sisi anggaran lain untuk keperluan gubernur. Di antaranya meniadakan anggaran kendaraan dinas hingga pakaian dinas.