Tawuran Pecah di Manggarai Awal Tahun 2026, Data Bansos Keluarga Pelaku Terancam Dievaluasi
Peristiwa tawuran di Manggarai pada awal tahun 2026 ini menambah daftar panjang bentrokan serupa yang terjadi di Jakarta dalam dua hari terakhir.
Tawuran kembali pecah di salah satu kolong jembatan yang ada Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat 2 Januari 2026 sore. Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 15.25 Wib dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna jalan yang melintas di lokasi.
Peristiwa tawuran di Manggarai pada awal tahun 2026 ini menambah daftar panjang bentrokan serupa yang terjadi di Jakarta dalam dua hari terakhir. Selain Manggarai, diketahui tawuran juga dilaporkan terjadi di Klender dan Ciracas.
Menanggapi peristiwa ini, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) agar dapat mengevaluasi, bahkan mencabut, bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat tawuran.
"Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Oleh karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggota-anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran," kata Justin dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (3/1).
Politisi Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai, maraknya tawuran di Jakarta sebagai lemahnya peran keluarga untuk mengontrol anggota keluarga lainnya agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif. Menurut Justin, selama ini tidak ada konsekuensi nyata yang membuat keluarga ikut bertanggung jawab atas tindakan anggotanya yang terlibat tawuran.
"Hingga saat ini, terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran," jelas dia.
Justin juga menyoroti pola penanganan tawuran yang dilakukan aparat. Ia menyebut bahwa pelaku tawuran yang diamankan kerap hanya dipulangkan kepada orang tua tanpa tindak lanjut yang tegas, sehingga tidak ada efek jera.
"Sudah ribuan kali para pelaku yang diamankan hanya dikembalikan kepada orang tuanya dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata belaka," ucap Justin.
Oleh karena itu, ia mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta berani mengambil langkah konkret dengan mengaitkan kepatuhan sosial warga terhadap akses bantuan sosial yang selama ini telah didistribusikan.
"Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulang kali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas," katanya.
Bansos Tak Diberikan ke Warga yang Kurang Baik
Ia menjelaskan, bantuan sosial merupakan hasil kontribusi warga Jakarta dan semestinya diberikan kepada masyarakat yang turut menjaga ketertiban dan kehidupan sosial yang sehat.
"Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta, sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga Jakarta yang baik," ujar Justin.
Beredar di Media Sosial
Diketahui, berdasarkan video yang beredar di media sosial dan diunggah akun Instagram @jakarta.terkini pada Jumat, 2 Januari 2026, terlihat sekelompok massa saling berhadap-hadapan di bawah kolong jembatan Manggarai, Jaksel.
Dalam unggahan video tersebut, asap nampak mengepul, sementara sejumlah orang tampak berlarian dan sebagian lainnya melemparkan benda ke arah kelompok lainnya. Kondisi itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi terganggu.