Brimob Polda Metro Jaya Intensifkan Patroli di Manggarai Pasca-Tawuran Warga
Brimob Polda Metro Jaya melakukan pemantauan ketat di Terowongan Manggarai usai insiden tawuran antarwarga, memastikan situasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman.
Satuan Brimob Polda Metro Jaya memperketat pemantauan di area Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, menyusul terjadinya tawuran antarwarga di kawasan tersebut. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca-insiden yang sempat mengganggu kenyamanan warga.
Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Henik Maryanto, menegaskan bahwa monitoring ini bertujuan memastikan kondisi wilayah benar-benar aman dan kondusif. Patroli intensif dilakukan sejak pagi hari setelah kejadian, mencakup penyisiran area terowongan dan sekitarnya.
Upaya preventif ini merupakan respons cepat aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan. Kehadiran personel Brimob diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada seluruh warga Manggarai dan pengguna jalan yang melintas.
Kronologi Tawuran dan Respons Cepat Aparat
Insiden tawuran antarwarga terjadi pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, melibatkan warga dari Gang Tuyul RW 04 dan warga Magasen RW 012. Kejadian bermula dari petasan yang dinyalakan di sekitar Jalan Dr. Saharjo, tepatnya di area Terowongan Manggarai, yang kemudian memicu aksi saling serang.
Sekitar 20 orang terlibat dalam aksi saling lempar batu dan petasan, menciptakan suasana mencekam di lokasi tersebut. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Murodih, menjelaskan bahwa jajaran Polres Metro Jakarta Selatan segera bergerak cepat setelah menerima laporan.
Petugas berhasil membubarkan massa yang bertikai dengan menggunakan gas air mata, memastikan situasi dapat dikendalikan dalam waktu singkat. "Iya pakai gas air mata biar cepat bubar," kata AKBP Murodih, menyoroti efektivitas tindakan tersebut untuk menghentikan konflik.
Penggunaan gas air mata tidak hanya bertujuan membubarkan tawuran, tetapi juga untuk mengembalikan kondisi kondusif dan mencegah gangguan terhadap pengguna jalan. Setelah pembubaran, warga diimbau untuk kembali ke permukiman masing-masing, dan situasi dinyatakan aman.
Upaya Preventif dan Pengamanan Berkelanjutan
Pasca-insiden, Unit Patroli Brimob Satuan Brimob Polda Metro Jaya langsung melakukan monitoring lanjutan di beberapa titik strategis. Pemantauan difokuskan di Terowongan Manggarai, Terminal Bus Manggarai, dan Pintu Air Jalan Tambak Manggarai.
Kombes Polisi Henik Maryanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lanjutan. "Kegiatan ini merupakan upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lanjutan sekaligus memberikan rasa aman kepada warga," ujarnya.
Personel Brimob tidak hanya berpatroli, tetapi juga bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan yang muncul kembali. Kehadiran Brimob ini juga merupakan bentuk dukungan kuat terhadap tugas kepolisian kewilayahan dalam menjaga stabilitas keamanan.
"Brimob Polda Metro Jaya siap mendukung upaya kepolisian kewilayahan melalui kehadiran yang preventif, profesional dan humanis guna menjaga ketertiban serta rasa aman masyarakat," tambah Dansat Brimob. Hingga saat ini, situasi di sekitar Terowongan Manggarai dilaporkan aman dan kondusif, dengan aktivitas masyarakat yang telah kembali normal.
Sumber: AntaraNews