Prabowo: Ekonomi Indonesia Bakal Masuk 4 Besar Dunia
Kondisi ini diprediksikan terjadi pada 2045. Disebut ekonomi Indonesia bakal kalahkan Inggris hingga Italia.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan sejumlah pakar dan institusi dunia memprediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada tahun 2045 mendatang.
Mereka menilai negeri ini mampu menyalip negara-negara maju seperti Inggris, Perancis, hingga Italia.
"Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045, yang hanya 19 tahun lagi. Indonesia akan menjadi ekonomi kelima, bahkan keempat terbesar di dunia. Ini bukan saya mengatakan," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dia mengaku tak pernah bermimpi Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Prabowo menyebut dirinya ingin masyarakat hidup layak dan tak mengalami kesulitan.
"Saya sendiri tidak pernah bermimpi, berharap. Kita hanya ingin hidup layak. Tapi mereka mengatakan kita akan menjadi negara keempat, kelima. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia," jelasnya.
Banyak Negara Minta Bantuan Indonesia
Prabowo menuturkan dirinya sangat dihormati apabila berkunjung ke negara-negara tetangga. Bahkan, kata dia, sejumlah negara kaya kini meminta bantuan ke Indonesia, salah satunya ekspor pupuk.
"Mereka sekarang, banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih. Kita diminta bantuan oleh Australia. Kita berikan," tuturnya.
"India, Brazil, Filipina, bayangkan, Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong. Tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri," sambung Prabowo.
Disisi lain, dia mengajak pengusaha, swasta, pemerintah, dan pelaku UMKM untuk bekerja sama. Prabowo meyakini Indonesia mampu mencapai kemakmuran apabila semua elemen bersatu dan bekerja sama.
"Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong. Kita tidak mau, tapi kita tenang. Kita tenang. Kita punya kemampuan," pungkas Prabowo.