Tahukah Anda? Pemprov Kalbar Tingkatkan Peran Perempuan Kalbar sebagai Pilar Penting Masyarakat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serius tingkatkan Peran Perempuan Kalbar dalam keluarga dan sosial. Simak bagaimana upaya ini memperkuat masyarakat dan menghadapi tantangan zaman!
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) gencar meningkatkan peran dan kapasitas perempuan. Ini dilakukan dalam lingkup keluarga serta kehidupan sosial masyarakat.
Upaya ini ditegaskan saat Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menghadiri Pertemuan III Perempuan GKE di Pontianak. Kegiatan ini bertujuan memperkuat eksistensi perempuan dalam pembangunan daerah.
Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis bagi perempuan GKE untuk menggali potensi. Selain itu, mereka dapat memperluas peran sosial di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.
Memperkuat Eksistensi Perempuan dalam Pembangunan
Krisantus Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan sinode, pendeta, dan tokoh agama. Apresiasi khusus diberikan kepada para perempuan GKE yang menjadi penopang kehidupan iman. Mereka berperan penting di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat luas.
Ratusan perempuan GKE dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar mengikuti kegiatan ini. Pertemuan tersebut menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan di antara mereka. Ini juga merupakan ruang strategis untuk memperkuat kapasitas dan menggali potensi.
Wakil Gubernur Krisantus menegaskan peran perempuan sebagai pilar penting. Peran ini mencakup keluarga, gereja, dan masyarakat secara keseluruhan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat eksistensi perempuan GKE dalam pelayanan dan pembangunan sosial di Kalimantan Barat.
Solidaritas dan Kesetaraan Gender di Berbagai Sektor
Krisantus menambahkan bahwa pertemuan ini adalah momentum penting untuk mempererat solidaritas. Solidaritas antarperempuan gereja diperkuat untuk meningkatkan kontribusi mereka. Kontribusi tersebut diharapkan muncul di berbagai bidang kehidupan.
"Pertemuan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk memperkuat kapasitas perempuan agar mampu menghadapi tantangan zaman dan turut serta dalam pembangunan," tutur Krisantus. Ia menekankan pentingnya kesetaraan gender. Keterlibatan perempuan di berbagai sektor juga menjadi fokus utama.
Sektor-sektor tersebut meliputi politik, pendidikan, sosial, budaya, hingga pemerintahan. "Saya memperhatikan bukan hanya penampilan fisik perempuan, tetapi bagaimana peran perempuan dalam pembangunan," kata Krisantus. Ia melanjutkan, "Bagaimana perempuan menyuarakan keadilan, kesetaraan, dan mampu bersaing dalam berbagai bidang."
Peran Perempuan dalam Literasi Digital dan Agen Perubahan
Krisantus lebih lanjut menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pendidikan karakter. Peran ini juga mencakup literasi digital, terutama di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi. Ini menjadi krusial di era digital saat ini.
"Perempuan, terutama ibu-ibu, memiliki peran sentral dalam membimbing anak-anak di rumah," kata Krisantus. Ia menambahkan, "Di era digital ini, pendidikan literasi digital menjadi sangat penting agar generasi muda tidak terjerumus ke hal-hal negatif." Ini menunjukkan fokus pada perlindungan generasi muda.
Ia berharap perempuan Kalbar, khususnya anggota GKE, terus berperan sebagai agen perubahan sosial. Mereka diharapkan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Ini penting di tengah kemajemukan masyarakat Kalimantan Barat.
Dengan dukungan Pemprov Kalbar, peran strategis perempuan diharapkan semakin nyata. Ini termasuk dalam memperkuat ketahanan keluarga dan memperluas literasi digital. Tujuannya adalah mendorong keadilan dan kesetaraan menuju Kalbar yang lebih maju, beriman, dan berkeadilan.
Sumber: AntaraNews