Tahukah Anda? Ini Alasan Penting Mengapa Indeks Glikemik Nasi Bisa Melonjak Jika Dibiarkan di Rice Cooker
Dokter gizi mengungkap fakta mengejutkan tentang Indeks Glikemik Nasi. Membiarkan nasi terlalu lama di penanak nasi bisa memicu lonjakan gula darah. Cari tahu alasannya di sini!
Dokter spesialis gizi dari Universitas Indonesia, dr. Consistania Ribuan, Sp.GK, AIFO-K, FINEM, menyarankan agar nasi segera dipindahkan dari penanak nasi begitu matang. Langkah ini krusial untuk mencegah peningkatan Indeks Glikemik Nasi yang dapat memicu lonjakan kadar gula darah dalam tubuh. Saran penting ini disampaikan oleh dr. Consistania dalam sebuah gelar wicara Ravelle di Jakarta pada Minggu lalu.
Menurut dr. Consistania, nasi yang sudah tanak atau matang harus segera dipindahkan ke wadah penyimpanan yang berbeda. Hal tersebut bertujuan agar nasi tidak terus-menerus terpapar suhu panas dari penanak nasi. Paparan panas yang berkepanjangan dan berulang inilah yang menjadi penyebab utama masalah kesehatan terkait konsumsi nasi.
Paparan panas berulang, seperti yang terjadi ketika nasi dibiarkan terlalu lama di dalam rice cooker, dapat merusak struktur pati pada nasi. Pati yang rusak ini akan lebih mudah dipecah oleh tubuh menjadi gula, sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara signifikan dan berisiko bagi kesehatan.
Bahaya Paparan Panas Berulang pada Nasi
Paparan panas yang terjadi secara berulang pada nasi, terutama saat dibiarkan terlalu lama di dalam rice cooker, memiliki dampak serius terhadap struktur molekulnya. Dokter Consistania menjelaskan bahwa proses ini dapat merusak struktur pati yang terkandung dalam nasi. Kerusakan ini membuat pati lebih rentan untuk dipecah menjadi glukosa saat dicerna oleh tubuh.
Lebih lanjut, dr. Consistania menegaskan bahwa pemanasan berulang akan melemahkan ikatan pada pati nasi. Akibatnya, Indeks Glikemik Nasi tersebut akan meningkat secara signifikan. "Ketika nasi sudah tanak atau sudah matang, itu harus langsung harus dipindahkan ke wadah atau tempat penyimpanan, agar nasi tidak terpapar suhu panas terus-menerus,” ujar dr. Consistania.
Peningkatan Indeks Glikemik Nasi ini berarti tubuh akan mencerna nasi lebih cepat. Hal ini lantas menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang drastis setelah mengonsumsi nasi tersebut. Kondisi ini tentu tidak ideal, terutama bagi individu yang memiliki risiko diabetes atau sedang mengelola kadar gula darah mereka.
Memahami Indeks Glikemik dan Dampaknya
Indeks glikemik (IG) adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan nilai IG tinggi akan menyebabkan kenaikan gula darah yang cepat dan signifikan, sementara makanan dengan IG rendah cenderung menyebabkan kenaikan yang lebih bertahap dan stabil.
Dokter Consistania menjelaskan bahwa nasi secara alami mengandung komponen gula, yaitu gula pati. "Nasi itu mengandung komponen gula, gula pati yang terpapar panas yang terus-menerus berpotensi menaikkan indeks gikemik sehingga mudah meningkatkan kadar gula darah di tubuh," jelasnya.
Konsumsi makanan dengan Indeks Glikemik Nasi yang tinggi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko pengembangan diabetes tipe 2 dan masalah kesehatan lainnya. Hal ini karena tubuh akan terus-menerus dipaksa untuk memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang lama kelamaan dapat menyebabkan resistensi insulin.
Langkah Sederhana untuk Kesehatan Optimal
Untuk menjaga kualitas gizi nasi dan mencegah dampak negatif pada kadar gula darah, dr. Consistania menyarankan langkah sederhana namun efektif. Nasi yang telah matang sebaiknya segera dipindahkan dari penanak nasi ke wadah penyimpanan yang kedap udara atau tempat lain sebelum dikonsumsi atau disimpan dalam jangka waktu lebih lama. Hal ini penting untuk menghindari paparan panas berkelanjutan.
Dengan memindahkan nasi ke wadah terpisah, kita dapat meminimalkan risiko kerusakan struktur pati dan kenaikan Indeks Glikemik Nasi. Langkah ini juga membantu menjaga kualitas dan tekstur nasi agar tetap baik. Ini adalah praktik yang mudah dilakukan namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan metabolisme tubuh.
Menjaga nasi tetap hangat di dalam rice cooker bukanlah pilihan terbaik dari sisi kesehatan, meskipun praktis. Memindahkan nasi ke wadah lain setelah matang merupakan langkah sederhana namun signifikan. Tindakan ini dapat membantu mencegah risiko gangguan metabolisme, khususnya bagi penderita atau orang dengan risiko diabetes, serta mendukung pola makan yang lebih sehat secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews