Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Apa Itu Glikemik Indeks dan Beban Glikemik pada Makanan yang Perlu Diketahui Penderita Diabetes

Apa Itu Glikemik Indeks dan Beban Glikemik pada Makanan yang Perlu Diketahui Penderita Diabetes

Glikemik Indeks dan Beban Glikemik adalah dua istilah yang penting dikenali penderita diabetes.

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang terlalu tinggi. Hal ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti kerusakan pada mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.

 Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar gula darah adalah jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, terutama makanan yang mengandung karbohidrat. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh, yang akan diubah menjadi glukosa setelah dicerna.

Namun, tidak semua karbohidrat memiliki efek yang sama terhadap gula darah. Ada karbohidrat yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, dan ada yang meningkatkan gula darah dengan lambat. Untuk mengetahui perbedaan ini, kita dapat menggunakan konsep glikemik indeks.

Apa Itu Glikemik Indeks dan Beban Glikemik pada Makanan yang Perlu Diketahui Penderita Diabetes

Glikemik indeks (GI) adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan GI tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berbahaya bagi penderita diabetes, sedangkan makanan dengan GI rendah dapat membantu mengontrol gula darah. 

GI dinyatakan dalam skala 0-100, dengan glukosa sebagai acuan dengan nilai 100. Semakin tinggi nilai GI, semakin cepat makanan meningkatkan gula darah. Berikut adalah klasifikasi GI menurut American Diabetes Association (ADA):

GI rendah: kurang dari 55
GI sedang: 56-69
GI tinggi: 70 atau lebih

Beberapa contoh makanan dengan GI rendah adalah kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan segar, dan biji-bijian utuh. Beberapa contoh makanan dengan GI tinggi adalah nasi putih, roti putih, kentang, dan minuman manis. 

Namun, GI tidak hanya ditentukan oleh jenis karbohidrat, tetapi juga oleh faktor-faktor lain, seperti:

Jumlah dan jenis serat

Serat dapat menurunkan penyerapan glukosa dan meningkatkan rasa kenyang. Makanan yang kaya serat biasanya memiliki GI rendah.

Jumlah dan jenis lemak dan protein

Lemak dan protein dapat memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Makanan yang mengandung lemak dan protein biasanya memiliki GI rendah.

Cara pengolahan dan penyajian

Pengolahan dan penyajian dapat mempengaruhi struktur dan tekstur makanan, yang berpengaruh pada kecepatan pencernaan dan penyerapan karbohidrat. Makanan yang dihaluskan, direbus, atau digoreng biasanya memiliki GI lebih tinggi daripada makanan yang utuh, mentah, atau dikukus.

Cara pengolahan dan penyajian

Kematangan dan variasi makanan

Kematangan dan variasi makanan dapat mempengaruhi kandungan gula dan pati dalam makanan. Makanan yang lebih matang atau memiliki kandungan gula lebih tinggi biasanya memiliki GI lebih tinggi.

Selain GI, ada juga konsep beban glikemik (BG) yang menggabungkan kuantitas dan kualitas karbohidrat dalam makanan. BG adalah ukuran seberapa banyak makanan meningkatkan gula darah setelah dikonsumsi. 

BG diperoleh dengan mengalikan GI dengan jumlah karbohidrat dalam gram, kemudian dibagi 100. Semakin tinggi nilai BG, semakin besar dampak makanan terhadap gula darah. Berikut adalah klasifikasi BG menurut ADA:

BG rendah: kurang dari 10
BG sedang: 11-19
BG tinggi: 20 atau lebih

Beberapa contoh makanan dengan BG rendah adalah apel, wortel, susu, dan kacang-kacangan. Beberapa contoh makanan dengan BG tinggi adalah nasi putih, roti putih, kentang, dan minuman manis. 

Namun, BG tidak hanya ditentukan oleh GI dan jumlah karbohidrat, tetapi juga oleh faktor-faktor lain, seperti:

Ukuran porsi

Ukuran porsi dapat mempengaruhi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Makanan dengan GI tinggi dapat memiliki BG rendah jika dikonsumsi dalam porsi kecil, dan sebaliknya.

Kombinasi makanan

Kombinasi makanan dapat mempengaruhi penyerapan glukosa secara keseluruhan. Makanan dengan GI tinggi dapat memiliki BG rendah jika dikombinasikan dengan makanan yang kaya serat, lemak, atau protein, dan sebaliknya.

Kombinasi makanan

Penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan GI dan BG rendah atau sedang, dan menghindari makanan dengan GI dan BG tinggi. Selain itu, penderita diabetes juga harus memperhatikan jumlah, frekuensi, dan jadwal makan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Dengan mengetahui GI dan BG, penderita diabetes dapat memilih dan mengatur makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. 

Luar Biasa, Permen Jeli Karya Mahasiswa UMM Ini Bisa Cegah Diabetes
Luar Biasa, Permen Jeli Karya Mahasiswa UMM Ini Bisa Cegah Diabetes

Mahasiswa UMM bikin kreasi permen pencegah diabetes.

Baca Selengkapnya icon-hand
3 Cara Memulai dan Menikmati Olahraga bagi Penderita Diabetes
3 Cara Memulai dan Menikmati Olahraga bagi Penderita Diabetes

Bagi penderita diabetes, sejumlah cara ini bisa membantu untuk memulai dan menikmati olahraga.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pentingnya Kenali Gejala Dini Diabetes Bahkan Sebelum Dilakukan Skrining
Pentingnya Kenali Gejala Dini Diabetes Bahkan Sebelum Dilakukan Skrining

Mengenali kondisi diri sendiri sangat penting terutama pada mereka yang sudah menunjukkan gejala dini diabetes.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Diabetes Juga Bisa Dialami Anjing dan Kucing, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Diabetes Juga Bisa Dialami Anjing dan Kucing, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Anjing dan kucing juga bisa mengalami diabetes yang perlu kita ketahui sebab dan gejalanya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Diabetes Tipe 1 Jadi Ancaman yang Menghantui Anak Indonesia
Diabetes Tipe 1 Jadi Ancaman yang Menghantui Anak Indonesia

Salah satu masalah kesehatan yang mengancam banyak anak di seluruh dunia khususnya anak di Indonesia adalah diabetes tipe 1.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kenali Sejak Awal, Berikut Tanda-tanda Fisik Ketika Tubuh Sedang Kelebihan Gula
Kenali Sejak Awal, Berikut Tanda-tanda Fisik Ketika Tubuh Sedang Kelebihan Gula

Ciri-ciri seseorang mengalami diabetes dapat dilihat dari fisiknya. Berikut tanda-tanda fisik seseorang mengalami diabetes.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pada Pemilik Faktor Risiko, Skrining Diabetes Bisa Dilakukan Sejak Usia 30
Pada Pemilik Faktor Risiko, Skrining Diabetes Bisa Dilakukan Sejak Usia 30

Data terbaru angka prevalensi diabetes pada 2018 menunjukkan, 9 dari 10 atau 8,9 persen orang Indonesia memiliki diabetes.

Baca Selengkapnya icon-hand
8 Sayuran yang Baik untuk Kelola Diabetes, Jadi Solusi yang Aman dan Penuh Gizi
8 Sayuran yang Baik untuk Kelola Diabetes, Jadi Solusi yang Aman dan Penuh Gizi

Makanan adalah salah satu senjata kita untuk mengelola diabetes. Dan salah satu makanan yang sangat dianjurkan adalah sayur-sayuran.

Baca Selengkapnya icon-hand
Beda Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2: Pahami Perbedaannya
Beda Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2: Pahami Perbedaannya

Diabetes, penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal, memiliki dua jenis utama: tipe 1 dan tipe 2.

Baca Selengkapnya icon-hand