Tahukah Anda? Deteksi Dini Kaki Diabetes dan Senam Kaki Efektif Cegah Komplikasi Serius, Poltekkes Tanjungpinang Gelar Pelatihan
Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang menggelar pelatihan deteksi dini kaki diabetes dan senam kaki di Puskesmas Batu 10, upaya krusial cegah komplikasi serius. Simak dampaknya!
Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang belum lama ini menggelar program pelatihan penting di Puskesmas Batu 10, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini berfokus pada deteksi dini kaki diabetes dan praktik senam kaki diabetik bagi masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan pencegahan komplikasi pada pasien diabetes.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dosen. Pelatihan ini melibatkan kader kesehatan, pasien diabetes melitus (DM), serta keluarga pasien. Dukungan penuh diberikan oleh Puskesmas Batu 10 di wilayah tersebut.
Ketua Tim Pengabdian, Rima Novia Putri, menekankan pentingnya kegiatan ini. Melalui deteksi dini dan latihan senam kaki, diharapkan risiko komplikasi dapat diminimalisir. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes secara signifikan.
Pentingnya Deteksi Dini dan Perawatan Kaki Diabetes
Pelatihan yang diselenggarakan ini secara khusus membekali peserta dengan pengetahuan mendalam. Mereka diajarkan mengenai pentingnya deteksi dini kaki diabetes, termasuk cara mengenali kelainan seperti neuropati perifer. Pemahaman ini krusial untuk mencegah masalah lebih lanjut.
Selain itu, peserta juga diajak untuk mempraktikkan senam kaki diabetik. Aktivitas fisik sederhana ini memiliki banyak manfaat bagi pasien diabetes. Senam kaki efektif memperbaiki sirkulasi darah di area kaki.
Manfaat lain dari senam kaki meliputi pencegahan kelainan bentuk kaki dan pengurangan keterbatasan gerak. Latihan ini juga berfungsi untuk memperkuat otot-otot kecil pada kaki, betis, dan paha. Dengan demikian, risiko komplikasi kaki diabetes dapat ditekan.
Dokter Vicky Desmiyanti, yang fokus pada penyakit tidak menular, turut terlibat dalam pelatihan ini. Kehadirannya memperkuat edukasi mengenai penanganan diabetes melitus. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan perawatan kaki diabetes.
Antusiasme Peserta dan Tindak Lanjut Program
Kegiatan pelatihan yang berpusat di Puskesmas Batu 10 ini disambut dengan antusiasme tinggi. Baik kader kesehatan, pasien DM, maupun keluarga mereka aktif mengikuti setiap sesi. Partisipasi aktif ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya materi yang disampaikan.
Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat dalam praktik langsung. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Peran ini penting dalam upaya pencegahan komplikasi kaki diabetes.
Rima Novia Putri menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Tim Pengabdian Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang akan melakukan monitoring berkelanjutan. Monitoring ini akan dilaksanakan bersama kader kesehatan di salah satu posyandu wilayah Puskesmas Batu 10.
Tindak lanjut ini memastikan implementasi nyata dari pengetahuan yang telah diberikan. "Kegiatan ini merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi," ujar Rima. Hal ini menegaskan komitmen Poltekkes Kemenkes sebagai perguruan tinggi negeri di bidang kesehatan.
Tim pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan. Dosen anggota terdiri atas Muthia Deliana dan Dewi Pusparianda. Sementara itu, mahasiswa yang turut serta adalah Deby Alecia Petrah, Putri Wulandari, Salwa Nur Faizah, Cindi Anjani, Lisa Aprilia Puspita Sari, dan Bening Nuuro Grahititah Annya.
Sumber: AntaraNews