Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, Jawa Timur, baru-baru ini menyelenggarakan program edukasi senam kaki khusus bagi penderita diabetes melitus. Kegiatan ini bertujuan agar para peserta memahami serta mempraktikkan senam tersebut secara langsung, demi kelancaran peredaran darah di kaki. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Dinkes Kota Kediri dalam mengelola angka prevalensi diabetes yang terus meningkat setiap tahunnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kota Kediri, Hamida, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan kaki sebagai organ vital penyangga tubuh. Menurutnya, kaki penderita diabetes rentan mengalami berbagai komplikasi, mulai dari luka terbuka hingga amputasi. Oleh karena itu, perawatan kaki yang baik melalui senam rutin sangat krusial untuk mencegah kondisi tersebut.
Senam kaki yang diajarkan memiliki banyak manfaat positif, termasuk melancarkan peredaran darah, menguatkan otot-otot dan saraf, serta mengurangi keluhan pada sendi. Edukasi ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga melibatkan praktik langsung gerakan senam yang dipandu oleh narasumber dan fisioterapis profesional.
Advertisement
Advertisement
Kaki memegang peranan penting sebagai penopang seluruh beban tubuh, sehingga kesehatannya harus selalu terjaga, terutama bagi penderita diabetes melitus. Hamida menekankan bahwa komplikasi pada kaki, seperti luka yang sulit sembuh atau bahkan kebutuhan amputasi, sering terjadi pada penderita diabetes. Melakukan senam kaki secara teratur menjadi langkah preventif yang efektif sebelum komplikasi serius muncul.
Kegiatan senam kaki ini sangat positif karena mampu meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot-otot kaki, serta menstimulasi saraf. Selain itu, senam ini juga efektif dalam mengurangi berbagai keluhan yang sering dirasakan pada persendian kaki penderita diabetes. Dengan demikian, kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan dan risiko komplikasi dapat diminimalisir.
Dinkes Kota Kediri memperkirakan prevalensi diabetes melitus di kota tersebut akan mencapai 4,25 persen pada tahun 2026, menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Angka ini menggarisbawahi perlunya pengelolaan penyakit yang komprehensif, tidak hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui pengelolaan keperawatan non-medis seperti edukasi senam kaki.
Advertisement
Advertisement
Edukasi senam kaki ini diikuti oleh 115 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari Kota Kediri, yang antusias dalam mengikuti setiap sesi. Dr. Nita Damayanti, salah satu narasumber dalam acara tersebut, menjelaskan delapan gerakan senam kaki yang mudah dilakukan oleh penderita diabetes di rumah. Gerakan-gerakan ini dirancang untuk dapat diaplikasikan dalam aktivitas fisik sehari-hari sesuai kemampuan masing-masing peserta.
Beberapa gerakan senam kaki yang diajarkan meliputi ankle pump (memompa pergelangan kaki atas-bawah), ankle circle (memutar pergelangan kaki 360 derajat), dan toe curl (mengepalkan dan meregangkan jari kaki). Ada juga gerakan heel raise (mengangkat tumit dan menahannya), toe raise (mengangkat jari kaki dan menahannya), serta knee extention (meluruskan lutut dan menahannya).
Dua gerakan lainnya yang tak kalah penting adalah towel scrunch (mengerutkan handuk atau kain dengan jari) dan marble pick (mengambil kelereng dengan jari kaki). Fisioterapis Dinda dari Institut Ilmu Kesehatan Bakti Wiyata Kediri turut berpesan kepada penderita diabetes melitus untuk selalu menjaga asupan gula dan aktif melakukan aktivitas fisik. Ia juga menyarankan agar tetap berupaya bergerak meskipun terasa nyeri, salah satunya dengan senam yang telah diajarkan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews