Strategi Polda Lampung Urai Penumpukan Kendaraan Pemudik di Pelabuhan Bakauheni, Colek Polisi Banten
Helmy klaim strategi yang diambil menunjukan hasil yang positif, terlihat dari antrean yang akan memasuki gerbang Pelabuhan Bakauheni berkurang
Untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di pintu gerbang Pelabuhan Bakauheni, Kepolisan daerah (Polda) Lampung berkoordinasi dengan Polda Banten terkait penggunaan Pelabuhan Wika Beton dan Ciwandan.
Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika, mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki strategi alternatif dalam mengurai kepadatan kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Bakauheni.
"Strategi yang kita lakukan karena waktu juga sudah malam, kesepatan antara Polda Banten dan Polda Lampung kita menggunakan pelabuhan Wika Beton dan pelabuhan Ciwandan," katanya saat diwawancari di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (6/4) dini hari.
Ia menuturkan kesepakatan ini dilakukan malam hari karena pihaknya memiliki alasan khusus. "Memang kita lakukan dimalam hari karena kita ketahui bahwa di Ciwandan itu jalur wisata, sehingga pagi dan siang hari akan bersamaan dengan masyarakat yang akan berwisata. Sehingga kita lakukan di malam hari agar tidak bertumburan dengan para wisatawan," jelasnya.
Helmy klaim strategi yang diambil menunjukan hasil yang positif, terlihat dari antrean yang akan memasuki gerbang Pelabuhan Bakauheni yang sebelumnya mencapai 1,3 km kini telah berkutang menjadi 200 meter.
"Kalau antrean sudah lebih dari 4 km akan dilakukan delay sistem, tapi saat ini masih dalam kode green belum menjadi kode yellow, sehingga kami lakukan perlambatan di rest area mulai dari km 87 hingga km20B kita lakukan perlambatan antara 15-20 menit," jelasnya.
"Ini sangat efektif, karna memberi ruang bagi mereka yang sudah ada didepan pintu gerbang masuk pelabuhan Bakauheni ini dapat terserap masuk, dan yang sudah ada di dalam untuk mengantri untuk segera naik ke kapal sehingga kita bisa dorong lagi rombongan kendaraan," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan merdeka.com hingga pukul 02.15 WIB, kepadatan kendaraan yang akan memasuki pintu gerbang Pelabuhan Bakauheni masih terus terjadi.
Kontributor: Yosephin Suci Wulandari
ASDP Berlakukan Skema TBB
Di samping itu, PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Bakauheni memberlakukan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) guna mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni.
"Ada 3 dermaga yang kami aktifkan untuk skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), yakni dermaga 4,5 dan 6," kata Irjen Helmy.
Tujuan TBB ini, jelas Helmy, bisa mempercepat proses bongkar muat pemudik.
"Jadi nanti kapal mengangkut kendaraan ke Pelabuhan Merak, lalu setelah semua penumpang turun, kapal akan langsung berangkat kembali ke Pelabuhan Bakauheni tanpa mengangkut pemudik dari Pelabuhan Merak," jelasnya.
Selaim skema TBB, pihak Kepolisian Daerah Lampung pun menerapkan skema Delay System dimana kendaraan di jalur tol akan diarahkan ke rest area.
"Delay system terkait arus kendaraan saat ini sedang di jalankan di masing-masing rest area yang telah di ploting," kata Irjen Helmy.