Solo Punya Rumah Sakit Kardiologi Hibah UEA Senilai Rp 417,3 M, Dilengkapi Peralatan Canggih
Hari ini, Senin (29/9/2025) Kementerian Kesehatan bersama Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) resmi melaksanakan serah terima hibah rumah sakit itu.
Pemerintah RI bersama Uni Emirat Arab (UEA) membangun RS Kardiologi di Kota Solo. Peletakan batu pertama atau ground breaking dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid AlDhaheri pada Senin (27/11/2023) lalu.
Hari ini, Senin (29/9/2025) Kementerian Kesehatan bersama Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA) resmi melaksanakan serah terima hibah pembangunan Rumah Sakit Kardiologi Emirat–Indonesia (RS KEI) yang berlokasi di Solo Techno Park.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya kehadiran RS KEI.
“Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Kehadiran rumah sakit jantung bertaraf internasional ini, hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab diharapkan menjadi Center of Excellence yang mampu memperluas akses pelayanan, memperkuat sistem kesehatan dengan inovasi dan profesionalisme, sekaligus menjadi simbol kemitraan internasional,” ujarnya.
Serah terima hibah ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara oleh H.E. Abdulla Salem Obaid Aldhaheri, Duta Besar Persatuan Emirat Arab untuk Republik Indonesia, selaku pemberi hibah, dan dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, selaku penerima hibah.
Total nilai hibah mencapai Rp 417,3 miliar atau setara dengan USD 25 juta, mencakup pembangunan gedung rumah sakit dan pengadaan peralatan medis modern berstandar internasional.
Rumah sakit yang berdiri megah di kawasan Solo Techno Park ini dirancang sebagai pusat rujukan layanan jantung untuk wilayah Jawa Tengah, DIY, dan daerah pengampuan, sekaligus sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat riset kardiovaskular.
Selanjutnya RSUP Dr Sardjito ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan Pengelolaan Rumah Sakit ini secara penuh untuk memberikan layanan secara global.
Rumah sakit ini akan dioperasionalkan mulai 6 Oktober 2025, dengan kapasitas layanan darurat, rawat jalan, rawat inap termasuk ruang VIP dan President Suite, serta dukungan ICU dan Cathlab, RS KEI diproyeksikan menjadi salah satu pusat layanan jantung unggulan di kawasan Asia.
Turut hadir dalam acara serah terima ini antara lain Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI, Direktur Jenderal Farmalkes RI, serta jajaran eselon 2 Kementerian Kesehatan, Direktur RS Vertikal Kemenkes di Jawa Tengah dan sekitarnya, Wali Kota Solo, KGPAA Mangkoenagoro X, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Surakarta, BPJS Kesehatan, RS Sardjito, Bio Farma, akademisi, dan mitra pembangunan kesehatan.
RS KEI dilengkapi dengan berbagai alat kesehatan canggih, di antaranya: Hybrid Cathlab Siemens Artis Q Floor Combo, CT Scan Somatom Go.Top, MRI Siemens Magnetom Sempra, DR X-Ray, Ventilator GE CareScape R860, Anesthesia Workstation CS 750, ECMO Maquet Cardiohelp, IABP Cardiosave, hingga Heart-Lung Machine TechnoWood CompO III Neo.
Dengan dukungan teknologi mutakhir ini, RS KEI diharapkan akan mampu menangani kasus-kasus penyakit jantung dengan standar layanan tertinggi.
Selain pelayanan kardiologi intervensi dan bedah jantung, RS KEI juga menyediakan layanan diagnostik lengkap (CT Scan, MRI, Echocardiography, Treadmill, Holter Monitoring, USG 4D), layanan hemodialisis, hingga pusat perawatan intensif pasien gagal jantung.
Serah terima ini sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia–Persatuan Emirat Arab, khususnya di bidang kesehatan, serta langkah nyata dalam memperkuat visi Indonesia Emas 2045 melalui investasi strategis sektor kesehatan.