Sikat Aksi Premanisme Berkedok Debt Collector, Kompol Bery Diganjar Penghargaan
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery berhasil menggulung aksi premanisme para kawanan debt collector.
Keberanian Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery menggulung aksi premanisme para kawanan debt collector mendapat perhatian Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. Dia diganjar penghargaan karena keberhasilannya menangkap para debt collector yang mengeroyok seorang wanita di depan Mapolsek Bukit Raya beberapa waktu lalu.
"Kenaikan pangkat dan penghargaan ini adalah anugerah yang harus dijaga. Ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja tulus para personel," ujar Herry, Rabu (7/5).
Hal itu dia sampaikan saat upacara kenaikan pangkat pengabdian dan pemberian penghargaan kepada personel Polri yang berprestasi di Halaman Apel Mapolda Riau.
Dalam amanatnya, Herry menekankan pentingnya menjaga marwah dan citra institusi Polri. Herry mengajak seluruh personel untuk terus bertransformasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan diberikan kepada personel yang berprestasi dalam penindakan terhadap debt collector ilegal di Pekanbaru. Tindakan tegas ini merupakan respons atas maraknya premanisme yang meresahkan masyarakat.
Salah satu penerima penghargaan adalah Kompol Bery, atas keberhasilannya dalam mengungkap dan menindak tegas para pelaku.
"Teman-teman semua, ingatlah bahwa kita pernah diguling, dijungkir dan dijalani dengan semangat pengabdian total. Jangan kotori marwah itu dengan perilaku yang tidak pantas," ujar Herry.
Dia menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan dalam setiap tindakan, mengingat polisi memiliki kewenangan besar namun dibatasi oleh regulasi yang harus dihormati.
"Kita dibatasi oleh aturan yang jelas. Kewenangan paksa yang kita miliki harus digunakan secara bertanggung jawab dan transparan kepada masyarakat," tambahnya.
Herry juga mengingatkan soal sejumlah agenda penting yang akan dihadapi jajaran Polda Riau, di antaranya adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang kerap diiringi peningkatan pelanggaran.
"Setiap menjelang HUT Bhayangkara, biasanya ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan institusi kita. Grafik pelanggaran cenderung naik di bulan Juni. Kita harus ubah stigma ini. Jangan sampai ada pelanggaran, apalagi dari dalam," ujarnya.
Selain itu, Herry mengimbau seluruh pimpinan satuan hingga tingkat bawah untuk memperkuat pengawasan dan membangun komunikasi yang saling mengingatkan. Herry menegaskan pentingnya menjaga keadilan, baik dalam hubungan internal antaranggota maupun terhadap masyarakat dan lingkungan.
"Performa rekan-rekan saat ini sudah baik, pertahankan dan tingkatkan. Tunjukkan bahwa kita mampu melakukan transformasi diri dan institusi ke arah yang lebih baik," tutup Irjen Herry.
Selain Kompol Bery, personel lain yang mendapat penghargaan adalah AKBP Rooy Noor, Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Riau; Plt. Kanit V Satreskrim Polresta Pekanbaru, Ipda M. Rizqi Indra Setiawan dan BA Subdit III Ditreskrimum Polda Riau, Aipda A. Anhar Rudali.
Kompol Bery, Sosok di Balik Pemberantasan Kriminalitas di Pekanbaru
Kompol Bery dikenal luas sebagai perwira polisi yang memiliki dedikasi tinggi dalam memberantas berbagai tindak kriminal yang meresahkan masyarakat Kota Bertuah. Ketegasannya dalam menegakkan hukum dan melindungi warga Pekanbaru telah menjadikannya figur sentral dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.
Pria kelahiran Bangkinang, Kabupaten Kampar, ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menghadapi aksi premanisme yang kerap kali mengganggu ketenangan masyarakat.
Dengan keberanian dan tidak kenal gentar, Kompol Bery memimpin langsung berbagai operasi penangkapan pelaku kejahatan. Bahkan, pengejaran terhadap para pelaku yang mencoba melarikan diri hingga ke luar Provinsi Riau pun tak pernah menyurutkan semangatnya dalam menuntaskan kasus.
Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2009 ini memiliki pembawaan yang tenang dan terukur. Namun, di balik ketenangannya tersebut, tersimpan kecepatan dan ketepatan dalam bertindak.
Sebagai seorang pengayom dan pelindung masyarakat, setiap gerakannya dalam menjalankan tugas selalu terarah dan efektif, menunjukkan profesionalisme yang patut diacungi jempol.
Dalam sebuah kesempatan, Kompol Bery Juana Putra menyampaikan pandangannya mengenai tugas dan tanggung jawabnya.
"Tugas saya masih panjang, ini adalah amanat dari pimpinan untuk mengayomi masyarakat Pekanbaru dari segala ancaman keamanan dan ketertiban," ujarnya.
Pernyataan ini semakin menegaskan dedikasinya untuk terus memberikan yang terbaik bagi keamanan dan kenyamanan warga Pekanbaru.
Keberhasilan Kompol Bery dan jajaran Satreskrim Polresta Pekanbaru dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas, telah memberikan dampak positif bagi kondusifitas kota.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika menuturkan, masyarakat pun merasa lebih aman dan terlindungi berkat kerja keras dan komitmen yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian di bawah kepemimpinannya.
"Sosok Kompol Bery menjadi representasi dari semangat Polri yang Presisi dalam melayani dan melindungi masyarakat. Dedikasi, keberanian, dan ketegasannya dalam memberantas kejahatan di Pekanbaru patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi anggota kepolisian lainnya dalam menjalankan tugas mulia mereka," ujar dia.
Kronologi Penganiayaan Wanita di Depan Mapolsek
Pengeroyokan terjadi karena adanya perselisihan terkait penarikan mobil klien, antara Debt Collector Barcode dan Debt Collector Fighter, Sabtu (19/4).
Sejumlah pelaku diamankan berinisial berinisial A alias Kevin (46), MHA (18), R alias Rian (46) dan RS alias Garong (34), Minggu (21/4/2025).
Para pelaku mengeroyok korban wanita berinisial RP (30) di Jalan Unggas, depan Mapolsek Bukit Raya.
Peristiwa itu bermula dari adanya permasalahan pribadi antara korban dan beberapa pelaku terkait penarikan mobil klien.
Sebelum pengeroyokan terjadi, korban dan suaminya dari Debt Collecor Barcode sempat menghadiri pertemuan dengan para pelaku di Hotel Furaya guna menyelesaikan sengketa penarikan kendaraan. Namun pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil.
Korban kemudian diarahkan oleh Kevin untuk bertemu kembali di Jalan Datuk Setia Maharaja/Jalan Parit Indah. Namun, saat tiba di lokasi, para pelaku yang telah berkumpul justru melakukan perusakan terhadap mobil korban.
Pelaku juga melakukan pemukulan menggunakan batu dan kayu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala serta rasa sakit di kaki sebelah kiri.
Korban lalu kabur menyelamatkan diri ke Polsek Bukit Raya. Sesampainya di depan kantor Polsek Bukit Raya, korban dihalangi oleh para pelaku.
Mendengar keributan itu, anggota intel dan personel piket Polsek Bukit Raya lalu keluar untuk menetralisir keadaan. Setelah itu pelaku kabur, sedangkan korban membuat laporan polisi.
Dampak dari kejadian ini, Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil dicopot dari jabatannya. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan atensi penuh terhadap kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di halaman Mapolsek Bukit Raya, yang telah menimbulkan keresahan dan menjadi perhatian publik luas.
"Saya menegaskan bahwa Polda Riau tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan kamtibmas, termasuk tindakan premanisme berkedok debt collector," ujar Herry.
Menurut Herry, setiap pelanggaran hukum, baik dilakukan oleh masyarakat umum maupun yang terjadi di lingkungan institusi kepolisian akan ditindak secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.
"Mutasi terhadap Kapolsek Bukitraya adalah langkah tegas yang diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas kepemimpinan, pengawasan dan respons dalam penanganan situasi di wilayah hukumnya," jelas Herry.