Siap Digelar! Penutupan Tour de EnTeTe Labuan Bajo yang Diikuti Peserta dari 13 Negara Bakal Meriahkan DPSP
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat siap menggelar Penutupan Tour de EnTeTe Labuan Bajo pada 21 September 2025, menjanjikan kemeriahan dan promosi pariwisata DPSP.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah penutupan ajang balap sepeda internasional Tour de EnTeTe. Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di Labuan Bajo, destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Indonesia, pada Minggu, 21 September 2025. Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo.
Puncak acara penutupan Tour de EnTeTe Labuan Bajo akan dipusatkan di Waterfront City setelah para peserta menyelesaikan balapan mereka di Kantor Bupati Manggarai Barat. Rangkaian kegiatan meriah ini direncanakan berlangsung selama dua hari penuh, hingga Senin, 22 September 2025. Ini akan menjadi momen penting bagi pariwisata lokal.
Penyelenggaraan Tour de EnTeTe di Labuan Bajo memiliki tujuan ganda, yaitu sebagai sarana promosi pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) secara keseluruhan dan pendorong ekonomi masyarakat. Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menekankan bahwa acara ini adalah kesempatan emas. Ia berharap dapat memperkenalkan keindahan dan keramahan Labuan Bajo kepada dunia.
Persiapan Matang Sambut Penutupan Tour de EnTeTe Labuan Bajo
Sekretaris Daerah Fransiskus Sales Sodo menguraikan detail lokasi dan jadwal acara penutupan. "Nanti finis race di Kantor Bupati Manggarai Barat dan acara penutupan di Waterfront City Labuan Bajo pukul 18.00 WITA," jelasnya. Rangkaian kegiatan ini akan berlanjut hingga Senin, 22 September 2025, memastikan pengalaman yang berkesan bagi semua pihak.
Acara penutupan Tour de EnTeTe Labuan Bajo akan dimeriahkan dengan berbagai hiburan menarik. Panggung hiburan musik dan bazar UMKM akan menjadi daya tarik utama, memberikan ruang bagi seniman lokal dan pelaku usaha kecil. Peserta kegiatan yang tiba juga akan disambut hangat dengan tarian penyambutan tradisional Tiba Meka, menampilkan kekayaan budaya Manggarai Barat.
Aspek kenyamanan dan keamanan menjadi prioritas utama Pemkab Manggarai Barat. Fransiskus Sales Sodo telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di wilayah yang dilalui rute balap. Mereka diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat agar mengandangkan ternak dan unggasnya. Langkah ini diambil untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan selama perlombaan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan di sepanjang rute yang akan dilalui peserta Tour de EnTeTe. Pemkab Mabar berharap penuh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. "Harapannya lancar, aman, tertib dan melalui kegiatan ini pariwisata Labuan Bajo semakin terekspos," tambah Fransiskus.
Tour de EnTeTe: Ajang Promosi Pariwisata dan Ekonomi Lokal yang Efektif
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) merasa terhormat menjadi lokasi berakhirnya Tour de EnTeTe. Ajang ini dinilai sangat strategis untuk mempromosikan keindahan alam dan budaya NTT. Ini adalah langkah konkret dalam pengembangan pariwisata daerah.
"Tour de EnTeTe sebagai ajang promosi NTT secara keseluruhan, mungkin ada yang belum mengenal tentang NTT," ungkap Edistasius Endi. Ia melanjutkan, "dengan agenda ini mempromosikan bahwa NTT itu sangat eksotik dan NTT, khususnya di Labuan Bajo, Manggarai Barat ini layak dikunjungi dan Kota Labuan Bajo adalah kota yang ramah, indah panoramanya." Pesan ini menekankan daya tarik unik wilayah tersebut.
Untuk mendukung suksesnya acara ini, Pemkab Manggarai Barat telah mengalokasikan dana sebesar Rp300 juta dari APBD Perubahan. Anggaran ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam mendukung event berskala internasional. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai keperluan operasional dan promosi.
Ajang balap sepeda Tour de EnTeTe, yang menarik peserta dari 13 negara, dipercaya akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian masyarakat lokal. Kehadiran ribuan orang, baik peserta maupun penonton, akan meningkatkan transaksi di sektor UMKM, akomodasi, dan transportasi. Ini merupakan peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Labuan Bajo.
Sumber: AntaraNews