Semangat Lebaran di Tengah Pemulihan: Tradisi Manambang Agam Tetap Hidup
Tradisi Manambang Agam tetap semarak di Nagari Maninjau pascabencana, diramaikan oleh Tim Bangkit Sumatera ANTARA yang membawa keceriaan bagi anak-anak di tengah upaya pemulihan.
Tim Bangkit Sumatera Kantor Berita ANTARA pada Sabtu, 21 Maret 2026, turut serta meramaikan tradisi "manambang" di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Wilayah ini merupakan salah satu daerah yang terdampak parah oleh banjir bandang.
Tradisi "manambang" adalah kegiatan khas Lebaran yang umumnya dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk mencicipi kue Lebaran dan menerima uang pecahan kecil atau "salam tempel".
Inisiatif Tim Bangkit Sumatera ANTARA ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjuangan warga dan mendorong percepatan rehabilitasi pascabencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025.
"Manambang", Tradisi Khas yang Tak Lekang Oleh Bencana
Tradisi "manambang" merupakan kegiatan turun-temurun yang sangat dinantikan anak-anak setiap tahunnya, terutama saat Lebaran. Anak-anak, biasanya berkelompok, akan mengunjungi rumah-rumah tetangga dan kerabat untuk bersilaturahmi.
Tim Bangkit Sumatera ANTARA menyiapkan uang kertas baru pecahan Rp2 ribu untuk dibagikan kepada anak-anak yang bersemangat. Mereka menyusuri kawasan sekitar sungai yang tidak jauh dari Pasar Maninjau.
Salah satu anak, Akbar (8), mengaku selalu menantikan kegiatan "manambang" meskipun di tengah kondisi pemulihan pascabencana. Neneknya, Warnida, menyampaikan apresiasi dan berharap Lebaran tahun ini menjadi momentum kebangkitan semangat serta pemulihan ekonomi masyarakat.
Warga Nagari Maninjau, Dola, juga mengaku tetap menyiapkan uang kertas baru. Hal ini dilakukan guna menjaga suasana Lebaran 2026 tetap terasa meriah, khususnya bagi anak-anak di daerah terdampak bencana.
Bangkit Sumatera ANTARA, Mendampingi Warga di Masa Pemulihan
Tim Bangkit Sumatera adalah inisiatif peliputan khusus oleh Kantor Berita ANTARA yang telah dimulai sejak Januari 2026. Program ini mengerahkan puluhan jurnalis untuk meliput pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tujuan utama program ini adalah mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana. Selain itu, program ini juga mendokumentasikan perjuangan warga dalam memulihkan kondisi pascabencana.
Di Nagari Maninjau, tim ANTARA membagikan uang pecahan baru kepada anak-anak yang menyambutnya dengan antusias. Senyuman terukir di wajah mereka, menunjukkan bahwa keceriaan tetap ada di tengah tantangan.
Momen pembagian uang ini menarik perhatian beberapa kelompok anak lainnya yang kemudian bergabung. Hal ini membuat antrean semakin panjang dan menambah semarak suasana "manambang".
Dampak Bencana dan Harapan Kebangkitan Ekonomi
Bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 telah menyebabkan kerugian signifikan di Nagari Maninjau. Berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, dua unit rumah hanyut dan hilang, serta 115 unit rumah rusak.
Taksiran kerugian total akibat bencana tersebut mencapai Rp44,8 miliar. Kondisi ini menunjukkan betapa besar dampak yang harus dihadapi masyarakat setempat.
Meskipun demikian, semangat Lebaran tetap hidup di tengah masyarakat Nagari Maninjau. Tradisi "manambang" menjadi penanda bahwa duka akibat bencana tidak memadamkan harapan dan kegembiraan.
Harapan untuk kebangkitan semangat dan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana sangat besar. Kehadiran tradisi "manambang" yang terus berjalan menjadi simbol ketahanan dan optimisme warga.
Sumber: AntaraNews