Sejarah Berdiri Pondok Pesantren Lirboyo: Biaya Masuk hingga Tokoh Pendiri
Temukan informasi lengkap tentang Pondok Pesantren Lirboyo, biaya masuk, dan tokoh pendirinya yang berpengaruh.
Pondok Pesantren Lirboyo merupakan salah satu pesantren salaf terbesar dan tertua di Indonesia. Terletak di Kediri, pesantren ini didirikan pada tahun 1910 oleh K.H. Abdul Karim dan kini dipimpin oleh cucunya, K.H. M. Anwar Manshur.
Pondok Pesantren Lirboyo memiliki hubungan erat dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan dikenal sebagai pusat studi Islam yang menggabungkan pendidikan tradisional dengan modernisasi. Dengan lebih dari 43 ribu santri, pesantren ini juga menjadi tempat belajar bagi santri dari luar negeri.
Pesantren ini tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Santri-santrinya terlibat aktif dalam berbagai peristiwa bersejarah, termasuk Pertempuran 10 November di Surabaya.
Sejarah dan Pendiri Pondok Pesantren Lirboyo
Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh K.H. Abdul Karim, yang dikenal dengan sebutan Mbah Manab. Beliau lahir sekitar tahun 1856 di Magelang dan merupakan ulama yang menimba ilmu di berbagai pesantren di Jawa Timur dan Madura.
K.H. Abdul Karim menetap di Desa Lirboyo setelah menikah dengan Nyai Khodijah, putri Kyai Sholeh Banjarmelati. Perpindahan ini bertujuan untuk memperluas syiar Islam di daerah yang sebelumnya dikenal terpencil dan rawan kejahatan.
Saat ini, Pondok Pesantren Lirboyo diasuh oleh cucunya, K.H. M. Anwar Manshur, yang telah menjabat sebagai pengasuh utama sejak tahun 2014.
Biaya Masuk Pondok Pesantren Lirboyo Tahun Ajaran 2025
Biaya masuk di Pondok Pesantren Lirboyo tergolong terjangkau. Berikut adalah rincian biaya untuk tahun ajaran 2025:
- Biaya Pendaftaran Awal: Rp15.000 (Ujian Masuk), Rp15.000 (Uang Pangkal), Rp30.000 (Sumbangan Pembangunan)
- Biaya Syahriyah (Bulanan): Rp627.700 (Ibtidaiyah), Rp658.000 (Tsanawiyah), Rp664.000 (Aliyah)
- Biaya Non-Syahriyah (Tahunan): Total sekitar Rp176.000 per tahun
Biaya syahriyah dapat diangsur dalam 3 tahap, dan terdapat biaya tambahan untuk kas kelas yang bervariasi tergantung jenjang pendidikan.