RUPST Kimia Farma Setujui Pengangkatan Komisaris Baru, Perkuat Tata Kelola Perusahaan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyetujui pengangkatan Bonanza Perwira Taihitu sebagai Komisaris Baru Kimia Farma, langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan transformasi bisnis.
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu. RUPST ini menyetujui penambahan satu anggota dewan komisaris baru untuk perseroan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola perusahaan.
Bonanza Perwira Taihitu resmi diangkat sebagai komisaris baru, menambah jajaran dewan komisaris KAEF. Selain itu, RUPST juga menyetujui pemberhentian secara hormat Jasmine Karsono dari posisi Direktur Portofolio, Produk dan Layanan. Perubahan ini diharapkan membawa dampak positif bagi kinerja perusahaan.
Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa Dwialam, menjelaskan bahwa perubahan susunan pengurus merupakan langkah strategis. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola, mendukung transformasi bisnis, serta meningkatkan pelaksanaan strategi jangka panjang perusahaan.
Perubahan Susunan Pengurus dan Strategi Perusahaan
Djadag Prakasa Dwialam menegaskan bahwa para pemegang saham mendorong manajemen untuk memperkuat fundamental bisnis. Berbagai keputusan yang disepakati dalam RUPST adalah bagian dari upaya strategis. Ini untuk mendukung penguatan tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan memperbaiki kinerja perseroan secara menyeluruh.
Pihak manajemen KAEF meyakini bahwa langkah ini akan semakin memperkuat kapasitas organisasi. Hal ini dalam menjalankan agenda transformasi dan peningkatan kinerja perseroan secara berkelanjutan. Kolaborasi dan tata kelola yang kuat diharapkan dapat menghadirkan kinerja lebih baik.
Djadag juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas komitmen dan kontribusinya. Ia optimistis KAEF dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, pemegang saham, serta seluruh pemangku kepentingan. Komitmen ini sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk memperkuat fundamental bisnis.
Penerapan GCG juga bertujuan menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi. Ini menunjukkan fokus KAEF pada praktik bisnis yang bertanggung jawab dan transparan.
- Dewan Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Stefan Looho
- Komisaris Independen : Diah Kusumawardani
- Komisaris Independen : Fachmi Idris
- Komisaris : Suprianto
- Komisaris : Sumarjati Arjoso
- Komisaris : Bonanza Perwira Taihitu
- Direktur Utama : Djagad Prakasa Dwialam
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Willy Meridian
- Direktur Produksi dan Supply Chain : Hadi Kardoko
- Direktur Sumber Daya Manusia : Disril Revolin Putra
- Direktur Komersial : Hanadi Setiarto
Profil Bonanza Perwira Taihitu
Bonanza Perwira Taihitu, komisaris baru KAEF, memiliki rekam jejak yang kuat di bidang kesehatan dan hubungan internasional. Beliau menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Politik & Globalisasi Kesehatan di Kementerian Kesehatan sejak tahun 2025.
Sebelumnya, Bonanza pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan di Kementerian Kesehatan pada periode 2022-2024. Beliau juga pernah menjadi Koordinator Fungsi Politik II untuk Kerjasama Kesehatan, HAM, dan Kemanusiaan di Kementerian Luar Negeri pada tahun 2019.
Latar belakang pendidikan Bonanza Perwira Taihitu meliputi S1 Hubungan Internasional dari Universitas Airlangga pada tahun 1998. Beliau juga menempuh pendidikan S2 Ilmu Politik di Universitas Indonesia, yang diselesaikannya pada tahun 2003.
Kinerja Keuangan Kimia Farma
Pada kuartal I-2026, Kimia Farma menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 197,79 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp123,6 miliar. Capaian ini mengakhiri tren negatif kerugian tahunan yang sempat dialami.
Kinerja positif ini menjadi fondasi kokoh untuk mencapai target full-year yang optimis. Direktur Utama KAEF, Djagad Prakasa Dwialam, menyatakan bahwa capaian ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa langkah transformatif yang dijalankan mulai membuahkan hasil signifikan.
Manajemen KAEF berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan Kimia Farma kembali menjadi kebanggaan industri kesehatan nasional. Ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek perusahaan ke depan.
Sumber: AntaraNews