Rehabilitasi Keliling, BNN Jangkau Pengguna Narkoba di Daerah Terpencil
Melalui kendaraan keliling, BNN dapat menyasar wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Badan Narkotika Nasional (BNN) meluncurkan terobosan baru dalam penanganan penyalahgunaan narkoba melalui program Rehabilitasi Keliling atau Reling.
Program ini diresmikan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang digelar di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Kamis (26/6).
“Rehabilitasi keliling bisa menjangkau tempat-tempat yang jauh dengan mempermudah masyarakat untuk mengakses program rehabilitasi dengan berharap kita bisa lebih efektif dan efisien melakukan program-program kuratif di dalam masyarakat terutama bagi pengguna narkoba yang pemula atau yang sedang,” ujar Kepala BNN, Komjen Pol Marthinus Hukom.
Menjangkau Wilayah Terpencil
Melalui kendaraan keliling, BNN dapat menyasar wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau oleh layanan rehabilitasi.
“Karena dalam Reling ini juga kita bisa mapping apakah penyalahgunaan ini sudah menjadi penyalahgunaan yang berat, yang harus dilakukan rehabilitasi yang lebih intensif dengan pendekatan rawat inap atau mungkin cukup dengan rawat jalan-jalan," jelas Marthinus.
Program ini juga memungkinkan tim BNN untuk memetakan tingkat ketergantungan pengguna, sebagai dasar untuk menentukan metode rehabilitasi yang paling tepat.
Marthinus menekankan bahwa peringatan HANI bukan sekadar seremoni, melainkan momen penting untuk mengingat bahaya narkoba dan memperkuat komitmen bersama dalam memeranginya.
"HANI yang kita lakukan bukan suatu pesta keceriaan, tapi merupakan satu kontemplasi dan juga merupakan proses simbolisasi dari pembentukan nilai-nilai yang menghormati kehidupan manusia, menghormati anak manusia sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna, jangan sampai kita rusak dengan penyalahgunaan narkoba," ucapnya.
BNN terus mengedepankan pendekatan holistik melalui pencegahan, rehabilitasi, dan penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkoba.
"Jadi konsep yang berkesinambungan secara global, internasional, lalu kita tafsirkan ke Indonesia-an kita, dihubungkan dengan pembangunan nasional kita," tandas Marthinus.