Progres Perbaikan Ruas Jalan Semarang - Godong yang Terputus Akibat Banjir Ditargetkan H-7 Bisa Dilalui Arus Mudik
Perbaikan ruas jalan sepanjang kurang lebih 60 meter tersebut, nantinya dapat dilalui saat arus mudik.
Progres perbaikan ruas jalan Semarang-Godong yang terputus akibat tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong ditargetkan selesai H-7. Perbaikan ruas jalan sepanjang kurang lebih 60 meter tersebut, nantinya dapat dilalui saat arus mudik.
"Ini selesai H-7 lebaran ya. Diakali, penting sudah keras dan bisa dilewati. Setelah sini selesai langsung geser ke jalan kabupaten yang jadi jalur alternatif," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Senin (2/3).
Dari pantauan di lokasi, progres perbaikan tanggul yang jebol sudah tertutup dan tinggal menunggu kering atau keras. Sementara untuk perbaikan jalan masih sampai tahap proses perkerasan dasar atau landasan beton.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, perbaikan ruas jalan putus tersebut dilakukan siang-malam. Saat ini progresnya sudah sekitar 75 persen.
"Semoga target kita dua minggu ini dapat terselesaikan. Jadi nanti sebelum lebaran sudah bisa kita buka lagi untuk aktivitas lalu lintas ataupun pergerakan dari Purwodadi sampai ke Semarang atau sebaliknya," kata dia.
Ada Konstruksi Bergeser
Menurutnya, awal penanganan jalan yang putus tersebut akan menggunakan jembatan armco. Jembatan sudah sampai di lokasi, namun setelah ditinjau ulang ternyata ada badan jalan lain yang konstruksinya sudah bergeser.
Maka dari itu, bagian itu ikut dihancurkan untuk dibangun kembali menggunakan konstruksi baru permanen.
"Total panjangnya ada 60 meter (badan jalan) yang kita nyatakan hilang. Armco tidak jadi dipasang, tapi dilakukan penanganan permanen dengan pengecoran beton bertulang," jelasnya.
Seperti diketahui, tanggul sungai Tuntang yang berada di Desa Tinanding, Godong, Grobogan, jebol pada 16 Februari 2026 lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan ruas jalan Semarang-Godong KM35 terputus total. Luapan air juga menggenangi wilayah sekitar.
Saat kunjungan terdahulu, Ahmad Luthfi sudah meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana agar mempercepat penutupan tanggul jebol. Selain itu, ia juga mengusulkan kepada Kementerian PU untuk segera melakukan normalisasi sungai Tuntang.