BNPB: 13 Ruas Jalan Nasional di Sumatra Kembali Bisa Dilalui Pascabencana
Selain itu, ada juga dua ruas jalan nasional yang dilalui namun melalui jalur alternatif.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari memastikan, perbaikan jalan dan jembatan terus dikerjakan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana. Menurut dia, berdasarkan target Kementerian Pekerjaan Umum, pada 30 Desember 2025, sudah ada 13 titik ruas jalan nasional kembali bisa dilalui.
Selain itu, ada juga dua ruas jalan nasional yang dilalui namun melalui jalur alternatif.
"Seperti akses jalan yang menghubungkan Bireuen-Bener Meriah dengan Bener Meriah-Aceh Tengah, ini dapat dilalui melalui jalur alternatif di jembatan Weihni Enang-Enang dan jembatan Jamu Ujung," kata Abdul seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (2/1/2026).
Abdul menambahkan, pada ruas jalan Genting Gerbang–Simpang Uning saat ini memang masih terhambat, namun warga dapat menggunakan jalur alternatif di Jembatan Titi Merah. Sementara itu, pada Jalur Takengon-Blangkejeren situasinya masih dalam proses pemulihan. Namun, mulai dari Banda Aceh ke Medan bisa ditempuh menggunakan jalur timur dan Banda Aceh–Nagan Raya hingga Medan via jalur barat.
"Nagan Raya ke Takengon sudah terhubung, Lhokseumawe ke Takengon via jalur KKA juga sudah terhubung. Bireuen ke Bener Meriah, meskipun ada beberapa titik jembatan yang masih dalam proses perbaikan, tetapi ada jalur alternatif sehingga ini fungsional dengan jalur yang menghubungkan dua daerah bisa dilalui. Akses jalan dari Pidie ke Takengon juga sudah terhubung," ungkap dia.
Target Pemulihan Akses Jalan Nasional Tercapai
Abdul optimis, dengan pulihnya jalur atau akses darat utama, baik itu jalur lintas timur, lintas tengah dan lintas barat maupun penghubung di antara 3 jalur lintas ini akan mempercepat pemulihan, khususnya sektor energi, kelistrikan dan komunikasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Sementara itu, terkait jembatan yang mengalami kerusakan, dapat dilaporkan sebanyak 16 jembatan telah 100 persen selesai. Rinciannya, 12 jembatan fungsional di lokasi eksisting dan 4 jembatan fungsional melalui jalur alternatif, di antaranya Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah dan Krueng Beutong.
Kemudian pada titik longsoran, Abdul mencatat ada 361 titik dan hingga hari Kamis (1/1) telah selesai pengerjaan pada 360 titik atau 99,72 persen.
"Satu titik longsoran yang masih dikerjakan yaitu arah Jembatan Weihni Enang-Enang fungsional melalui jalan alternatif," ungkap dia.
Berharap Pemulihan Sektor Energi Dapat Tercapai pada Pertengahan Januari
Abdul bersyukur, capaian sejauh ini adalah hasil kolaborasi dan gotong royong semua pihak. Dia pun berharap, pemulihan sektor energi dapat tercapai pada pertengahan Januari mendatang tanpa terganggu lagi akibat faktor cuaca.
"BNPB menilai apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, ini dapat menyebabkan terjadinya luapan air, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di tiga kabupaten. Hal tersebut dapat berdampak pada hasil pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan," dia menutup.