Program MBG Mataram Sukses Dukung Uji Coba Lima Hari Sekolah di Kota Mataram
Pemerintah Kota Mataram sukses mengimplementasikan uji coba lima hari sekolah. Program MBG Mataram berperan penting dalam kelancaran jadwal makan siang siswa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengumumkan keberhasilan uji coba lima hari sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor pendukung utama kelancaran kegiatan ini. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu belajar siswa di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Yusuf, menjelaskan bahwa uji coba dimulai awal Januari 2026. Pemberian MBG disesuaikan dengan jam makan siang siswa. Penyesuaian ini dilakukan karena siswa pulang lebih lambat dari jadwal enam hari sekolah sebelumnya.
Untuk memastikan kelancaran program, koordinasi intensif telah dilakukan. Semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG se-Kota Mataram terlibat dalam penyesuaian jadwal. Pengiriman MBG yang semula untuk sarapan kini digeser menjadi waktu makan siang.
Adaptasi Jadwal Program MBG untuk Lima Hari Sekolah
Penyesuaian jadwal pengiriman Program MBG Mataram menjadi kunci keberhasilan uji coba. Sebelumnya, MBG dikirim antara pukul 09.00 hingga 10.00 Wita untuk sarapan. Kini, waktu pengiriman diubah menjadi pukul 11.00 sampai 12.00 Wita.
Perubahan ini memastikan siswa tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup saat jam makan siang. Yusuf menyatakan bahwa evaluasi awal menunjukkan kelancaran program. Adaptasi ini membuktikan fleksibilitas dan komitmen Pemkot Mataram.
Siswa diharapkan sarapan di rumah sebelum berangkat ke sekolah. Kemudian, mereka akan menikmati makan siang bergizi di sekolah. Ini mendukung konsentrasi belajar siswa sepanjang hari.
Koordinasi yang baik antara Disdik dan SPPG menjadi fondasi utama. Hal ini menjamin tidak ada kendala berarti dalam distribusi makanan. Program MBG Mataram terus berupaya memberikan yang terbaik bagi pendidikan.
Implementasi Uji Coba Lima Hari Sekolah di Mataram
Uji coba lima hari sekolah kini telah dilaksanakan secara masif di Mataram. Program ini mencakup semua tingkatan pendidikan dasar, yaitu SD dan SMP. Awalnya, implementasi di tingkat SD belum menyeluruh.
Pada fase awal, uji coba hanya dilakukan di beberapa sekolah di enam kecamatan. Namun, kini seluruh SD dan SMP di Kota Mataram telah menerapkan sistem ini. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam reformasi pendidikan.
Sementara itu, tingkat Taman Kanak-kanak (TK) belum menerapkan lima hari sekolah. Kekhawatiran terkait jam pulang guru-guru TK menjadi pertimbangan utama. Disdik Mataram masih mencari formula terbaik untuk jenjang ini.
Keputusan untuk tidak menerapkan di TK didasari pertimbangan praktis. Guru TK yang pulang sekitar pukul 16.00 Wita dapat menimbulkan isu logistik. Pemkot Mataram terus mengkaji opsi terbaik untuk semua jenjang pendidikan.
Menuju Permanennya Lima Hari Sekolah dan Regulasi
Meskipun uji coba berjalan lancar, program lima hari sekolah belum dapat dipermanenkan. Hal ini karena masih membutuhkan penyiapan regulasi resmi. Peraturan daerah (perda) diperlukan untuk mengesahkan kebijakan ini.
Pemkot Mataram berencana segera menyiapkan regulasi tersebut. Proses penyusunan perda akan melibatkan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah memberikan landasan hukum yang kuat bagi program ini.
Permanennya lima hari sekolah akan membawa dampak positif jangka panjang. Ini akan menciptakan standar baru dalam sistem pendidikan di Mataram. Komitmen Pemkot Mataram untuk mewujudkan hal ini sangat tinggi.
Regulasi yang jelas akan memastikan keberlanjutan dan konsistensi program. Ini juga akan memberikan kepastian hukum bagi sekolah, guru, dan orang tua siswa. Pemkot Mataram berharap perda dapat segera disahkan.
Sumber: AntaraNews