Pria yang Mengamuk di Kuta Alami ODGJ Berat
Pria itu diketahui sudah berkeluarga dan memiliki enam orang anak. Gangguan kejiwaan itu diduga telah dideritanya selama bertahun-tahun.
Kepolisian Polsek Kuta, Bali, telah memastikan pria berinisial SE yang sebelumnya mengamuk dan melakukan penyerangan kepada warga di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, Bali, dinyatakan sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat jenis skizofrenia paranoid.
Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra mengatakan, bahwa SE setelah dilakukan pemeriksaan di RSUP Prof Ngoerah, Kota Denpasar, Bali, dan diketahui mengalami gangguan kejiwaan.
“Kami berkoordinasi dengan dokter kejiwaan untuk memastikan kondisi mental yang bersangkutan,” kata Kompol Agus di Mapolsek Kuta, pada Jumat (16/1).
Punya Enam Anak
Dari hasil pemeriksaan medis dan psikiatri, diketahui SE memang menderita gangguan kejiwaan berat. Oleh karena itu, penanganan tidak dilakukan melalui pendekatan hukum melainkan juga secara sosial dan medis.
“Setelah ini penanganan lanjutan akan diserahkan kepada Satpol PP. Selanjutnya Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya,” imbuhnya.
Selain itu, SE diketahui sudah berkeluarga dan memiliki enam orang anak. Gangguan kejiwaan itu diduga telah diderita selama bertahun-tahun. Bahkan di kampung halamannya, telah beberapa kali pernah mengamuk dan hampir membakar rumahnya sendiri.
Tidak Mendapat Pengobatan
Dokter Kejiwaan RSUP Prof Ngoerah Denpasar, dr. Lely Setyawati Kurniawan mengatakan, SE saat diterima di Unit Gawat Darurat (UGD) telah dilakukan penanganan luka fisik.
“Kami lakukan pemeriksaan trauma, mata, dan anestesi. Setelah kondisi fisik lebih stabil, baru dilakukan pemeriksaan psikiatri,” ucap dr. Lely.
Hasil pemeriksaan SE mengalami gangguan jiwa berat. Kondisi tersebut diperparah karena tidak pernah mendapatkan pengobatan yang tepat dan berkelanjutan. Akibatnya, pelaku mengalami halusinasi berat dan merasa mendengar suara-suara yang membisikinya untuk berbuat kekerasan.
“Dia merasa dikejar-kejar oleh sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi inilah yang memicu kemarahan dan perilaku agresif,” jelasnya.
Selain gangguan kejiwaan, SE juga mengalami cedera otak, gegar otak, serta retakan di bagian kepala. Untuk penanganan medis telah dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pengobatan luka fisik, dilanjutkan perawatan di ruang kejiwaan.
Video Viral
Kemudian, berdasarkan hasil observasi dan pemeriksaan harian, tim medis menyimpulkan pelaku menderita skizofrenia paranoid kronis yang telah berlangsung lebih dari satu tahun. Kini SE telah diberikan obat dosis penuh, termasuk obat long acting yang dapat bertahan dalam tubuh selama dua hingga empat minggu.
“Obat ini harus dikonsumsi secara terus-menerus, bahkan bisa seumur hidup. Jika pengobatan terhenti, maka kondisi kejiwaannya berpotensi kambuh,” ujar dr. Lely.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengamuk dengan naik ke atas rumah dan melempari warga sekitar viral di media sosial. Dalam peristiwa itu, seorang warga berinsial KS yang berusaha membantu petugas justru menjadi korban penganiayaan. SE menyerang secara membabi buta menggunakan kayu usuk.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (5/1) sekitar pukul 12.00 WITA di Jalan Majapahit, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
"Yang bersangkutan saat ini masih dalam perawatan di RSUP Prof Ngoerah setelah sebelumnya dirujuk dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali,” kata Kapolsek Kuta, Kompol Agus Riwayanto Diputra, Selasa (6/1) lalu.