Presiden Prabowo Undang Ulama dan Ketua Ormas Islam Buka Puasa Bareng di Istana
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar datang sekira pukul 15.56 Wib. Saat itu ia datang bersama dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh agama, Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam hingga ulama ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka mulai berdatangan sejak sore hari ini secara bergiliran.
Pantauan merdeka.com, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar datang sekira pukul 15.56 Wib. Saat itu ia datang bersama dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
"(Agenda) Buka puasa bersama. Ya nanti semua ketua umum ormas (organisasi kemasyarakatan) Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren, yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," kata Anwar Iskandar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).
Selain buka puasa bersama, dia tidak mengetahui apa yang akan dibahas pada pertemuan nanti. Menurutnya, jika melihat waktu buka puasa bersama ini tidak akan adanya diskusi.
"(Diskusi) Kayaknya kalau melihat mepet waktunya, enggak kayaknya. Rasanya begitu (sebatas buka puasa bersama). Kalau ada diskusi malah lebih bagus," ujarnya.
"Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara. Begitu, kan?," sambungnya.
Kemudian, saat disinggung soal konflik di Timur Tengah (Timteng) antara Amerika-Israel dengan Iran. Dia tidak mau berandai-andai.
"Saya enggak mau berandai-andai. Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," tegasnya.
Jusuf Kalla Dijadwalkan Hadir
Sementara itu, Nusron Wahid menyebut, Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) dikabarkan bakal hadir pada buka puasa bersama hari ini.
"Pak JK diundang dalam kapasitas beliau sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia," pungkas Nusron.
Rais Aam hingga Muhammadiyah
Diketahui, setelah kedatangan Anwar Iskandar dan Nusron Wahid. Tak lama kemudian datang Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar.
Kemudian, disusul oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir yang saat itu satu mobil dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas).