Seskab Teddy Ungkap Pertemuan Prabowo dengan Pimpinan Ormas Islam soal Geopolitik Global
Tampak hadir Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan 3 pimpinan ormas Islam saat buka puasa bersama di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (5/3). Salah satu hal yang dibahas yakni, mengenai dinamika geopolitik dunia.
Tampak hadir Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar. Selain geopolitik, Prabowo dan para pimpinan ormas Islam juga diskusi soal persiapan libur Lebaran.
"Sembari berbuka, Presiden Prabowo berbincang dan berdiskusi terkait persiapan liburan Lebaran di Tanah Air, sekaligus membahas dinamika geopolitik dunia," kata Teddy dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (5/3).
Prabowo Berbuka Puasa
Teddy juga mengunggah momen Prabowo berbuka puasa dengan para pimpinan ormas Islam. Prabowo yang mengenakan kemeja safari bewarna cokelat tampak berbincang dengan para pimpinan ormas Islam sembari menyantap hidangan berbuka puasa.
Adapun Prabowo duduk ditengah-tengah para pimpinan ormas Islam. Di hadapan Prabowo, duduk Rais Aam PBNU, sedangkan di sisi kanan dan kirinya duduk Ketua Umum MUI serta Ketua Umum Muhammadiyah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3). Prabowo mengumpulkan pimpinan ormas untuk berdiskusi sekaligus buka puasa bersama.
Anwar Iskandar mengatakan dirinya diundang Presiden Prabowo untuk buka puasa bersama. Selain para ketua umum ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, hingga mubaligh juga akan ikut hadir dalam buka puasa bersama Prabowo.
"Ya nanti semua ketua umum ormas Islam, sama mubalig, dan pengasuh pondok pesantren; yang pondok pesantren besar dan mempunyai jaringan yang luas," jelas Anwar kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).
Detail
Anwar masih enggan menjelaskan detail apa saja isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Dia pun berharap ada forum diskusi antara ulama dan umara atau pemimpin negara.
"Kalau ada diskusi malah lebih bagus. Karena kan ya mungkin perlu ada komunikasi yang lebih bagus antara ulama dan umara," ujarnya.
Saat ditanya apakah akan menyinggung eskalasi konflik di Timur Tengah, Anwar belum bisa memastikannya. Dia hanya menyampaikan harapan agar semua pihak menahan diri agar tercipta perdamaian dunia.
Sejumlah tokoh agama dan tokoh Islam lainnya juga berdatangan ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk memenuhi undangan dari Presiden Prabowo. Mulai dari, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua MUI Cholil Nafis, Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie.
Kemudian, tampak pula pendakwah Muhammad Subki Al Bughury dan Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh. Sejumlah menteri yang hadir antara lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid.
"Saya enggak mau berandai-andai. Yang jelas, kita inginnya itu semuanya menahan diri, perdamaian tercipta, dan tidak berpengaruh kepada ekonomi, terutama Indonesia. Kalau berpengaruh, kan kalian juga susah," katanya.