Presiden Prabowo Puji Dukungan Polda Kalsel untuk Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja Polda Kalsel dalam mendukung program ketahanan pangan, termasuk inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang dinilai sangat baik dan berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan pujian atas kinerja Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Apresiasi ini disampaikan melalui sambungan video Zoom dari Banjarbaru pada Jumat, 13 Februari 2026.
Fokus utama pujian adalah inisiatif program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Polda Kalsel melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Presiden mendorong Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan beserta jajarannya untuk terus mempertahankan pengabdian baik ini.
Penghargaan tersebut diberikan saat Presiden Prabowo meresmikan dan melakukan peletakan batu pertama SPPG Polri serta gudang ketahanan pangan di Palmerah, Polres Metro Jakarta Barat. Acara ini juga menjadi momen bagi Presiden menyapa Polda-Polda dengan kinerja menonjol dalam program ketahanan pangan.
Inovasi SPPG Polda Kalsel untuk Gizi Optimal
Polda Kalsel telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pemenuhan gizi masyarakat melalui 10 SPPG yang beroperasi dan menyerap 454 tenaga kerja. Inisiatif ini telah memberikan manfaat kepada 21.302 penerima, termasuk siswa TK hingga SMA, ibu hamil, menyusui, balita, serta santri pondok pesantren.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan MBG, Polda Kalsel menerapkan standar ketat. Mereka mendeteksi alergi dan intoleransi makanan melalui penyebaran kuesioner kepada penerima manfaat, sementara keamanan makanan diawasi secara ketat oleh Bid Dokkes Polda Kalsel.
Aspek higienitas juga menjadi perhatian utama, dengan penggunaan mesin berteknologi modern untuk pencucian ompreng. Teknologi ini mempercepat proses pencucian sekaligus menjaga kebersihan alat makan, memastikan keamanan konsumsi bagi semua penerima manfaat.
Kapolda Kalsel juga melaporkan adanya 10 SPPG tambahan yang sedang dalam proses pembangunan di daerah terpencil. Pembangunan ini akan melayani 3.695 calon penerima manfaat, memperluas jangkauan program MBG di wilayah tersebut.
Ekosistem Berkelanjutan dan Rantai Pasok Mandiri
Polda Kalsel tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan untuk MBG. Sisa kulit buah dari SPPG diolah menjadi ekoenzim yang berguna sebagai pupuk tanaman jagung, menunjukkan pendekatan zero-waste.
Selain itu, limbah makanan yang tersisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan limbah cair disaring menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Proses ini memastikan air yang dibuang aman bagi lingkungan, mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan.
Untuk menjamin pasokan bahan baku, Polda Kalsel menginisiasi pembangunan 12 greenhouse yang menanam berbagai jenis sayuran dan buah, serta 42 kolam bioflok dengan kapasitas 42.000 ekor ikan. Inisiatif ini dikelola bersama masyarakat sekitar, memberdayakan ekonomi lokal.
Melalui dana CSR dari beberapa perusahaan, Polda Kalsel juga menyumbangkan 40 kolam bioflok kepada dua pondok pesantren, yaitu Salafiyah Syekh Arsyad Al-Banjari dan Ponpes Nurul Hijrah. Program ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi bagi pondok pesantren tersebut.
Dampak Sosial dan Edukasi untuk Generasi Unggul
Inisiatif Polda Kalsel meluas hingga ke sektor pendidikan dan kesejahteraan sosial. Kapolda Yudha menginisiasi program peternakan sapi pedaging sebanyak 200 ekor, bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Keuntungan dari program peternakan sapi ini dialokasikan untuk membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa tidak mampu. Ini merupakan implementasi nyata dari Program Polisi Peduli Pendidikan, menunjukkan kepedulian terhadap akses pendidikan.
Polda Kalsel juga menginisiasi SPPG kedua di Desa Dalam Pagar, Kabupaten Banjar, dengan 1.837 calon penerima manfaat dari santri Pondok Pesantren Salafiyah Syekh Arsyad Al-Banjari. Sebagian besar santri ini berasal dari keluarga tidak mampu, menegaskan fokus pada kelompok rentan.
Kapolda menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan program-program ini, sejalan dengan kebijakan Presiden dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, kuat, unggul, dan berdaya saing.
Sumber: AntaraNews