Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional
Prambanan Shiva Festival didorong Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa jadi agenda unggulan pariwisata nasional. Ini perkuat Candi Prambanan sebagai destinasi spiritual dunia dan gerakkan ekonomi lokal.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa secara tegas mendorong Prambanan Shiva Festival untuk berkembang menjadi agenda unggulan pariwisata nasional. Dorongan ini bertujuan untuk memperkuat posisi ikonik Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual kelas dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ni Luh Puspa di Jakarta pada Senin, 16 Februari 2026, menyoroti potensi besar festival ini. Ia berharap festival ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara, ke salah satu situs warisan dunia UNESCO tersebut.
Festival yang puncaknya adalah perayaan Mahashivaratri ini, tidak hanya berfungsi sebagai perayaan keagamaan semata, melainkan juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat secara signifikan menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat di sekitar kawasan candi.
Menggerakkan Ekonomi Lokal Melalui Prambanan Shiva Festival
Prambanan Shiva Festival memiliki peran krusial dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Event budaya berskala besar seperti ini secara langsung memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga pekerja seni.
Selain itu, sektor perhotelan dan jasa pariwisata di kawasan sekitar Candi Prambanan turut merasakan geliat ekonomi yang signifikan. Peningkatan kunjungan wisatawan selama festival berlangsung menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat.
Ni Luh Puspa menekankan bahwa festival ini merupakan platform efektif untuk mempromosikan produk lokal dan kekayaan budaya Indonesia. Dengan demikian, Prambanan Shiva Festival tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Mahashivaratri dan Kekayaan Spiritual Prambanan Shiva Festival
Puncak rangkaian Prambanan Shiva Festival ditandai dengan perayaan Mahashivaratri, hari suci terpenting bagi umat Hindu, yang telah berlangsung sejak 17 Januari 2026. Perayaan ini diisi dengan berbagai ritual sakral dan kegiatan budaya yang mendalam.
Salah satu momen paling memukau adalah Festival Dipa, di mana ribuan dipa dinyalakan, diiringi bunyi alat musik damaru. Suasana magis dan khusyuk yang tercipta di kawasan candi melambangkan persatuan umat dalam doa serta harapan akan kedamaian dan kesejahteraan dunia.
Selain itu, atraksi video mapping yang membalut megahnya Candi Prambanan turut memperkuat pesan spiritual dan kebersamaan. Ni Luh Puspa menyebutnya sebagai "simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama," menegaskan nilai-nilai luhur yang diusung festival ini.
Candi Prambanan: Destinasi Spiritual Berkelanjutan Global
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti pergeseran tren pariwisata global menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih mendalam, yang mendekatkan mereka dengan lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal.
Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9 Masehi, Candi Prambanan memiliki potensi besar. Situs ini sangat relevan untuk menghadirkan pengalaman spiritual tourism dan pilgrimage tourism di kancah global.
Data menunjukkan peningkatan jumlah umat Hindu dunia sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, dengan 99 persen di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini menegaskan pentingnya pengelolaan situs suci seperti Prambanan, tidak hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang dihormati.
Ni Luh Puspa berharap Prambanan Shiva Festival mampu menghidupkan Candi Prambanan sebagai "living monument" yang kesakralannya dijaga bersama. Rangkaian puncak festival juga mencakup International Conference-Prambanan Shiva Festival di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, menghadirkan narasumber internasional.
Sumber: AntaraNews