Wamenpar Apresiasi Museum Marsinah, Perkuat Daya Tarik Wisata Budaya Nglundo
Wakil Menteri Pariwisata mengapresiasi keberadaan Museum Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, yang dinilai mampu memperkuat daya tarik wisata budaya dan sejarah.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyatakan bahwa Museum Marsinah memiliki potensi besar untuk memperkuat daya tarik Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Museum ini diharapkan dapat menjadikan Nglundo sebagai desa wisata unggulan yang berbasis sejarah dan budaya.
Ni Luh Puspa menekankan bahwa keberadaan Museum Marsinah bukan hanya sekadar ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai penguat destinasi wisata. Hal ini akan mendukung pengembangan pariwisata edukasi dan budaya di Desa Wisata Nglundo.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wamenpar Ni Luh Puspa setelah melakukan peninjauan langsung ke Monumen Marsinah dan rumah keluarga Marsinah di Desa Wisata Nglundo pada Sabtu (16/5). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan potensi wisata sejarah.
Peran Museum Marsinah dalam Pengembangan Wisata Edukasi
Wamenpar Ni Luh Puspa menilai Museum Marsinah sebagai aset penting yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas. Museum ini juga diharapkan dapat memberikan nilai pembelajaran yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Dalam kunjungannya, Ni Luh Puspa menyempatkan diri mengunjungi rumah masa kecil Marsinah, tokoh buruh perempuan kelahiran 10 April 1969. Di sana, ia melihat kamar tidur, ruang utama, serta berbagai dokumentasi perjalanan hidup Marsinah yang tersusun rapi dalam bingkai besar dan deretan penghargaan.
Tak hanya itu, di kompleks museum yang bersebelahan dengan rumah keluarga, Ni Luh Puspa meninjau beragam koleksi pribadi Marsinah. Koleksi tersebut mencakup sepeda ontel yang pernah digunakan, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, hingga catatan-catatan perjuangan yang disajikan secara informatif dan edukatif.
Keberadaan koleksi ini menjadikan Museum Marsinah sebagai pusat edukasi yang mendalam mengenai sejarah perjuangan buruh. Ini sekaligus memperkaya khasanah budaya dan sejarah lokal yang dapat dinikmati oleh wisatawan.
Harapan dan Potensi Desa Wisata Nglundo
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, menyampaikan harapannya agar penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat terwujud. Hal ini diyakini akan semakin meningkatkan daya tarik Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi sejarah unggulan di Jawa Timur.
Eko Fitri Puji Harto mengajak semua pihak untuk bersama-sama meramaikan Desa Wisata Nglundo. Pokdarwis berkomitmen untuk menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan demi kenyamanan pengunjung yang datang ke desa tersebut.
Sebagai desa wisata rintisan, Nglundo masih membutuhkan pendampingan dan dukungan dalam berbagai aspek. Ini meliputi pengembangan paket wisata, peningkatan kualitas pelayanan, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Pihak Pokdarwis sangat berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Dukungan ini krusial agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.
Kolaborasi dan Promosi Destinasi
Untuk mendukung pengembangan dan promosi, Desa Wisata Nglundo menjalin kolaborasi strategis dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan promosi, pemasaran, dan distribusi produk-produk unggulan desa.
Kolaborasi dengan KDKMP mencakup pengembangan berbagai produk kreatif, termasuk suvenir khas. Selain itu, kerja sama ini juga fokus pada penyusunan paket wisata yang berbasis pada kekayaan sejarah dan budaya lokal Desa Nglundo.
Langkah ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat desa melalui sektor pariwisata. Dengan demikian, Desa Wisata Nglundo tidak hanya menjadi tujuan edukasi, tetapi juga pusat pengembangan ekonomi kreatif. Melalui sinergi ini, diharapkan Desa Wisata Nglundo dapat menjadi contoh sukses pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat lokal dan melestarikan warisan budaya.
Sumber: AntaraNews