Warga Nganjuk Antusias Sambut KDMP, Bahan Pokok Lebih Murah dan Terjangkau
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Nganjuk berhasil menarik minat warga dengan menyediakan bahan pokok lebih murah, membantu masyarakat menghemat pengeluaran harian dan mendapatkan barang bersubsidi.
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berlokasi di Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kini menjadi pusat perhatian warga setempat. Sejak mulai beroperasi, KDMP ini menawarkan berbagai bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pasar umum.
Animo masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, sangat tinggi untuk berbelanja di KDMP ini setiap hari. Mereka berbondong-bondong datang untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari yang lebih hemat dan berkualitas.
Kehadiran KDMP di Nganjuk ini memberikan solusi nyata bagi warga dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari program pemerintah yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Minat Tinggi Warga Nganjuk Terhadap Barang Subsidi KDMP
Petugas KDMP Nglawak, Aprilia, mengungkapkan bahwa operasional koperasi ini telah berjalan selama dua pekan dengan respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang tertarik untuk membeli berbagai keperluan, terutama bahan pokok yang harganya bersaing.
Barang-barang bersubsidi menjadi daya tarik utama bagi pembeli, sehingga pihak koperasi harus menerapkan pembatasan pembelian untuk menjaga ketersediaan. Sebagai contoh, minyak goreng Minyakkita dibatasi maksimal 2 liter per transaksi dengan harga Rp15.700 per liter.
Pembeli minyak goreng Minyakkita baru boleh melakukan pembelian ulang setelah tiga hari. Selain minyak goreng, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga hanya boleh dibeli satu karung per transaksi.
Elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram dijual seharga Rp16.000 per tabung di KDMP, jauh lebih murah dari harga pasaran yang bisa mencapai Rp20.000. Harga yang kompetitif ini menjadikan KDMP pilihan utama bagi warga Nganjuk.
Operasional Efektif KDMP Nganjuk Layani Kebutuhan Masyarakat
KDMP Nglawak beroperasi setiap hari dengan enam petugas yang berjaga secara bergantian, termasuk pada hari libur. Jam operasional dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB, memastikan pelayanan yang konsisten bagi masyarakat.
Tingginya animo masyarakat tercermin dari omzet harian yang relatif besar, mencapai sekitar Rp2,5 juta. Bahkan, pada hari pertama pembukaan, omzet KDMP berhasil menyentuh angka Rp4 juta, menunjukkan potensi ekonomi yang kuat.
Salah seorang pembeli, Anis, menyampaikan kegembiraannya bisa membeli elpiji 3 kilogram seharga Rp16.000 di KDMP. Ia membandingkan dengan harga di luar yang bisa mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabung.
Meskipun pembelian elpiji memerlukan fotokopi KTP, Anis tidak keberatan karena harga yang lebih murah sangat membantu menghemat pengeluaran rumah tangga. Stok barang yang lengkap juga menjadi nilai tambah bagi para pembeli yang mencari efisiensi.
Peresmian dan Target Pengembangan Nasional KDMP
KDMP di Nganjuk diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya, didampingi oleh para menteri Kabinet Merah Putih, termasuk dari Kementerian Koperasi. Peresmian ini menandai kesiapan 1.061 koperasi untuk beroperasi secara nasional.
Sebanyak 530 unit KDMP telah siap beroperasi di tujuh kabupaten di Jawa Timur, serta 531 unit lainnya di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ini menunjukkan skala program yang luas dan berdampak positif bagi ekonomi kerakyatan.
Pemerintah melalui BUMN-PT Agrinas Pangan Nusantara memiliki target ambisius untuk membangun 25.000 unit koperasi lainnya hingga Mei 2026. Target ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 30.000 KDMP maupun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) akan selesai dibangun dan beroperasi penuh pada 16 Agustus 2026. Program ini diharapkan mampu menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews