Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan harapan umat Hindu agar Presiden Prabowo Subianto hadir pada perayaan Dharma Santi Nasional di Bali. Acara puncak ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17 April mendatang, menjadi penutup rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kehadiran Presiden diharapkan dapat mempererat kebersamaan umat Hindu di seluruh Indonesia.
Panitia telah mengirimkan undangan resmi melalui Kementerian Sekretariat Negara, serta komunikasi langsung terkait kehadiran Presiden. Pernyataan ini disampaikan oleh Wamenpar Ni Luh Puspa di Tangerang pada Minggu, 12 April. Hal ini menunjukkan keseriusan panitia dalam mengundang pemimpin negara untuk momen penting tersebut.
Dharma Santi Nasional adalah ajang tahunan yang merayakan aspek spiritual dan menjadi wadah silaturahmi serta penguatan nilai kebersamaan. Rangkaian perayaan ini juga turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan masyarakat luas.
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Ni Luh Puspa menegaskan bahwa umat Hindu sangat menantikan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Dharma Santi Nasional 2026 di Bali. Momen ini dianggap sangat penting untuk menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi seluruh umat yang hadir.
Proses pengajuan undangan telah dilakukan secara resmi melalui Kementerian Sekretariat Negara, menunjukkan prosedur yang telah ditempuh panitia. Selain itu, komunikasi langsung juga telah dijalin untuk memastikan kelancaran rencana tersebut. Ini mencerminkan upaya maksimal dari pihak penyelenggara untuk mewujudkan harapan umat Hindu.
Puncak Dharma Santi Nasional 2026 di Bali merupakan salah satu perayaan besar bagi umat Hindu di Indonesia. Acara ini menjadi simbol persatuan dan kerukunan, sekaligus kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai spiritualitas. Kehadiran tokoh negara diharapkan dapat semakin menguatkan makna perayaan ini.
Advertisement
Advertisement
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi, Wamenpar Ni Luh Puspa sebelumnya telah membuka Saka Yoga Festival 2026 di Lapangan Aldiron Pancoran, Jakarta. Festival ini berhasil menarik minat masyarakat umum dengan kegiatan yoga massal. Partisipasi UMKM juga menjadi fokus utama dalam festival ini, guna mendukung penguatan ekonomi lokal.
Ni Luh Puspa menekankan bahwa kegiatan seperti Saka Yoga Festival memiliki nilai strategis dalam pengembangan pariwisata. Festival ini tidak hanya menjadi ruang perayaan spiritual, tetapi juga mendukung pariwisata berbasis kebugaran (wellness) dan spiritualitas. Konsep spiritual tourism dan wellness tourism dianggap penting untuk pariwisata berkualitas.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermakna secara spiritual dan fisik. Pengembangan wellness tourism menjadi salah satu arah transformasi pariwisata nasional menuju sektor yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, didukung kekayaan budaya dan kearifan lokal.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan wellness tourism dipandang sebagai kunci menuju sektor pariwisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia. Kekayaan budaya dan kearifan lokal menjadi modal utama dalam mewujudkan visi ini. Konsep ini menawarkan pengalaman wisata yang holistik, memadukan kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Pengakuan global terhadap potensi tersebut juga mulai terlihat, salah satunya melalui paket wisata Astungkara Wellness di Bali. Paket ini meraih penghargaan Best of the World Readers’ Choice 2026 kategori wellness dari National Geographic, menunjukkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan ekosistem wellness tourism, baik melalui event maupun industri. Saat ini, Bali, Yogyakarta, dan Solo menjadi destinasi prioritas untuk pengembangan wellness tourism. Ke depannya, Kementerian Pariwisata berencana untuk memperluas cakupan destinasi ini ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews