Prabowo Panggil Zulhas, Erick Thohir hingga Budi Arie ke Istana, Bahas Koperasi Merah Putih
Budi Arie menegaskan, para kepala desa kini mulai memahami peran besar KopDes Merah Putih sebagai solusi pengentasan kemiskinan.
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri untuk membahas percepatan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDes Merah Putih) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/5). Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memberantas kemiskinan ekstrem di desa.
Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono, serta Menteri Desa PDTT Yandri Susanto.
"Kita diundang untuk membicarakan koperasi (Merah Putih). Jadi Mendes ada 7 tugas di Inpres Nomor 9 Tahun 2025. Itu yang mau kita laporkan nanti ke Pak Presiden," ujar Yandri kepada wartawan.
Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan, para kepala desa kini mulai memahami peran besar KopDes Merah Putih sebagai solusi pengentasan kemiskinan.
"Kepala-kepala desa sudah bergairah, sudah banyak yang memahami bahwa KopDes Merah Putih ini bertujuan memajukan desa untuk kesejahteraan warga dan memberantas kemiskinan ekstrem di desa," ungkap Budi Arie.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, saat ini sudah terbentuk sekitar 5.200 koperasi desa baru, bukan hasil transformasi dari koperasi lama.
"Sudah kira-kira hari ini 5.000-an KopDes, sampai hari ini. 5.200-an," kata Zulhas.
Pemerintah sendiri menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa dan kelurahan dalam beberapa bulan ke depan. Program ini menjadi salah satu prioritas utama Prabowo, sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan KopDes Merah Putih.
Dapat Pinjaman Hingga Rp 5 Miliar
Setiap koperasi desa nantinya berkesempatan mengakses pinjaman hingga Rp5 miliar dari bank-bank BUMN. Tujuannya untuk memperkuat permodalan desa, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memutus mata rantai tengkulak.
Pemerintah berharap KopDes Merah Putih menjadi tulang punggung ekonomi baru di desa, memperkuat kemandirian warga, serta mempercepat pembangunan dari akar rumput.