Prabowo Blak-blakan Ungkap Isi Pembicaraan dengan Taipan di Istana
Setidaknya dua kali Prabowo mengundang taipan ke Istana.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap isi pembicaraannya dengan sejumlah taipan dalam negeri saat mereka dipanggil ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Setidaknya dua kali Prabowo mengundang taipan ke Istana.
Prabowo menyebut para taipan itu menyatakan dukungannya untuk membantu program-program prioritas pemerintah.
“Mereka mengatakan ‘Pak apa yang bisa kami ikut?’ Silakan Anda pilih! Gimana yang Anda mau ya kan. ‘Ada yang Pak kami akan buka rumah sakit di sini, Pak kami mau buka sekolah’. Okay good. Konsultasi sama saya, tanya sama saya,” kata Prabowo, dikutip dari Antara, Selasa (8/4).
Kepada para taipan itu, Prabowo menyampaikan rencananya untuk membangun sekolah-sekolah di kantong-kantong kemiskinan.
“Itu argumen saya untuk mereka,” sambung Prabowo.
Beberapa taipan, saat bertemu Prabowo, juga menyatakan minatnya untuk membangun bandara, dan kawasan ekonomi khusus (KEK) beserta pabrik-pabriknya. Jumlahnya, Prabowo menyebut, sekitar 300 pabrik.
“Semua terbuka, exciting kalau saya. Everybody go! Competition is good, tetapi jangan kompetisi yang saling menjegal. Cooperation, collaboration, this is the new paradigm,” kata Prabowo kepada para taipan saat mereka bertemu di Istana.
Dalam pertemuannya yang sama, Prabowo juga menggugah rasa cinta tanah air dan nasionalisme mereka.
“Anda sudah jadi anak bangsa Indonesia. Kau keturunan mana pun terserah, dan kamu boleh, kamu harus bangga dengan heritage-mu. Nggak ada masalah. Tetapi, Anda besar di sini. Anda jadi kaya di sini. Anda sudah paham budaya kita, seluruh kehidupan di sini. Saya yakin kalau pun dia tinggal di Amerika, dia pasti rindu rawon, rindu tempe, dan sebagainya. Jadi, itu pendekatan saya. Ayo, Indonesia incorporated, mereka paham itu,” kata Prabowo membagikan pesan-pesannya kepada para taipan.
Prabowo Tegaskan Tak akan Ganggu Pengusaha
Prabowo kemudian menekankan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, begitu pun dengan swasta juga tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena itu, Prabowo menilai kerja sama, kolaborasi, dan saling bantu menjadi keniscayaan.
Prabowo kepada beberapa taipan juga mengaku telah kenal mereka cukup lama, bahkan kenal orang tua-orang tua mereka.
“You have been successful, bapakmu berhasil, Anda kuat. Saya bilang, saya tidak akan ganggu Anda, tetapi saya bilang, saya harus urus orang yang lemah, saya wajib urus orang yang miskin. Jadi, tolong saudara mengerti, saya harus berkonsentrasi untuk ini,” ujar Prabowo.
“Tetapi, kalau mereka naik tingkat, kalau mereka punya kekuatan ekonomi, mereka punya kekuatan ekonomi, mereka tambah makmur, daya beli mereka naik, siapa yang untung? Kalian, kalian, kalian kan. Mereka akan beli barang-barangmu dari pabrikmu, mereka akan beli apartemenmu, rumahmu, mereka akui, ya oke, monggo silakan,” sambung Prabowo kepada para taipan.
Prabowo beberapa kali memanggil sejumlah taipan ke Istana Kepresidenan, di antaranya Prajogo Pangestu, Dato Sri Tahir, James Riady, Tomy Winata, Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Chairul Tanjung, Hashim Djojohadikusumo, Garibaldi Thohir (Boy Thohir), Sugianto Kusuma (Aguan), Hilmi Panigoro, Franky Oesman Widjaja, dan Anthony Salim.