Ponpes Krapyak Tegaskan Dukungan Duet KH Miftah-Gus Yahya Pimpin PBNU
Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta menegaskan **dukungan Ponpes Krapyak PBNU** terhadap kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Yahya Cholil Staquf, menolak upaya penggantian pimpinan yang tidak sesuai AD/ART.
Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta secara resmi menyatakan dukungannya terhadap duet kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Dukungan ini ditegaskan melalui Maklumat Pengasuh Ponpes Krapyak Yogyakarta yang diterima di Jakarta pada Minggu, 7 Desember. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen pesantren dalam menjaga stabilitas dan marwah organisasi Nahdlatul Ulama.
Maklumat tersebut diterbitkan oleh Pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta yang terdiri dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir dan pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika internal yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tubuh organisasi. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan PBNU hingga muktamar yang akan datang.
Penegasan dukungan ini bertujuan untuk menghindari fitnah dan menjaga marwah organisasi dari manuver yang tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Pihak Krapyak menekankan pentingnya penyelesaian persoalan melalui mekanisme organisasi yang benar. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana tenang, mengutamakan musyawarah, dan dialog yang sesuai dengan mekanisme jamiyah.
Komitmen Menjaga Marwah Organisasi Nahdlatul Ulama
Pihak Pesantren Krapyak menggarisbawahi bahwa dukungan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU saat ini merupakan bagian dari komitmen menjaga marwah organisasi. Tindakan ini juga bertujuan untuk menghindari fitnah yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tubuh Nahdlatul Ulama. Keberlangsungan kepemimpinan dwi tunggal ini dianggap krusial untuk stabilitas organisasi.
Selain menegaskan dukungan, pernyataan tersebut secara implisit menolak segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Ini termasuk manuver yang berupaya mengganti pimpinan melalui cara-cara yang tidak sesuai konstitusi organisasi. Krapyak menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan internal.
Dalam maklumat tersebut, disebutkan, "Dari Krapyak kami mendorong agar apa pun persoalan di tubuh PBNU, harus dilakukan melalui mekanisme organisasi yang benar, dengan mengutamakan musyawarah." Pesantren Krapyak menyerukan agar semua pihak mengedepankan dialog konstruktif. Hal ini diharapkan dapat menyelesaikan setiap perbedaan pandangan secara damai dan sesuai prosedur.
Pernyataan tersebut juga memuat ajakan agar seluruh pihak menjaga suasana tenang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pondok Krapyak menilai bahwa ketegangan hanya akan mengganggu kerja organisasi dan program keumatan. Pesantren juga mendorong dialog yang berjalan sesuai mekanisme jamiyah yang telah ditetapkan.
Fokus Pendidikan dan Pembinaan Santri di Tengah Dinamika Internal
Pesantren Krapyak menyampaikan bahwa fokus utama lembaga tetap pada pendidikan, penguatan tradisi keilmuan, dan pembinaan santri. Lembaga ini berharap dinamika internal PBNU dapat selesai secara tertib dan tidak mengganggu agenda utama. Dengan demikian, program keumatan bisa berjalan stabil dan efektif tanpa hambatan.
Harapan besar diletakkan pada penyelesaian masalah internal PBNU agar tidak berlarut-larut. Stabilitas kepemimpinan dan organisasi sangat penting untuk keberlanjutan program-program yang telah dicanangkan. Krapyak ingin melihat PBNU terus berkarya demi kemaslahatan umat.
Para pengasuh Pesantren yang turut menandatangani maklumat tersebut adalah KH. Jirjis Ali Maksum, KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir Munawwir, Ny. Hj. Ida Fatimah Zaenal Abidin, KH. Muhtarom Busyro, KH. R. Chaidar Muhaimin Afandi, KH. Ahmad Shidqi Masyhuri, M.Eng., KH. Nilzam Yahya, M.Ag., KH. Munawwar Ahmad Munawwir, Ny. Hj. Ida Rufaida Ali Maksum, KH. Fairuzi Afiq Dalhar Munawwir, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., KH. Afif Muhammad, M.A., dan KH. Fairuz Warson Munawwir.
Klarifikasi Terhadap Pernyataan Sebelumnya dari Krapyak
Sebelumnya, sempat muncul surat pernyataan Pondok Pesantren (Ponpes) Ali Maksum Krapyak, DI Yogyakarta (DIY) yang mendukung pelaksanaan rapat pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rapat pleno tersebut direncanakan pada 9–10 Desember 2025 mendatang untuk membahas pergantian Ketua Umum PBNU. Hal ini sempat menimbulkan kebingungan di kalangan nahdliyin.
Dukungan tersebut tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, DIY, KH. Khoirul Fuad Ahmad. Pernyataan ini berbeda dengan posisi yang ditegaskan oleh maklumat terbaru. Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya dinamika internal yang perlu diklarifikasi.
Tidak lama setelah surat tersebut beredar, muncul maklumat resmi dari Pengasuh Ponpes Krapyak Yogyakarta yang menjadi bantahan. Maklumat ini secara tegas mengklarifikasi posisi resmi pesantren. Ini menunjukkan bahwa ada upaya untuk memastikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai sikap Pondok Pesantren Krapyak dalam mendukung kepemimpinan PBNU saat ini.
Sumber: AntaraNews