Tokoh Sepuh NU Restui Hery Haryanto Azumi Maju Calon Ketum PBNU
Dukungan mengalir untuk Hery Haryanto Azumi sebagai bakal calon Ketua Umum PBNU, salah satunya datang dari KH Manarul Hidayat. Simak selengkapnya mengenai dukungan penting ini!
Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU), KH Manarul Hidayat, secara terbuka memberikan restu dan dukungannya. Dukungan ini ditujukan kepada kader NU, Gus Hery Haryanto Azumi, untuk maju dalam bursa bakal calon Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.
Pernyataan dukungan tersebut disampaikan Kiai Manarul saat menerima kunjungan silaturahim Gus Hery Haryanto Azumi. Kunjungan ini dilakukan bersama sejumlah kader dan aktivis NU di Pondok Pesantren Almanar Azhari (Islamic Boarding School) Depok pada hari Sabtu.
Kiai Manarul Hidayat mengungkapkan kegembiraannya menerima para kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kualitas keilmuan, integritas, dan kepedulian terhadap organisasi. Beliau menilai bahwa NU sangat membutuhkan kader-kader berkualitas untuk menjaga serta membesarkan organisasi.
Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan NU
Kiai Manarul Hidayat menegaskan bahwa NU membutuhkan figur pemimpin yang lahir dari proses kaderisasi panjang. Pemimpin tersebut harus memiliki kapasitas intelektual, pengalaman organisasi, serta integritas moral yang tinggi.
Selain itu, pemimpin NU juga harus tetap menjaga ketakdziman kepada para ulama dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini penting untuk memastikan kesinambungan nilai-nilai luhur organisasi.
Menurut pengasuh Pesantren Almanar Azhari itu, organisasi sebesar NU tidak boleh kehilangan kesinambungan kaderisasi. Oleh karena itu, kader-kader yang telah ditempa melalui berbagai proses pengabdian di lingkungan NU perlu diberikan ruang untuk tampil dan memimpin.
Kader intelektual NU yang memiliki kapasitas, kapabilitas, rekam jejak organisasi, dan rasa takdzim kepada ulama tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk ikut mengurus dan memimpin NU.
Kriteria Pemimpin NU di Era Modern
Kiai Manarul menilai kepemimpinan NU ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kedalaman keilmuan agama, tetapi juga harus memahami dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.
Pemahaman terhadap perkembangan geopolitik global yang memengaruhi kehidupan umat juga menjadi krusial. Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin NU harus memiliki wawasan yang luas dan adaptif terhadap perubahan.
Kiai Manarul juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan yang berasal dari rahim kaderisasi NU sendiri. Ini termasuk kader-kader yang tumbuh melalui berbagai badan otonom dan organisasi kemahasiswaan NU.
Respons Hery Haryanto Azumi atas Dukungan
Gus Hery Haryanto Azumi menyampaikan rasa syukur atas sambutan, nasihat, dan doa yang diberikan oleh KH Manarul Hidayat. Pertemuan tersebut dianggapnya sebagai momentum berharga untuk memperoleh pandangan dan arahan.
Ia menyebut Kiai Manarul sebagai salah satu tokoh sepuh NU yang memiliki jejak pengabdian panjang, dekat dengan Gus Dur, serta memberikan kontribusi penting dalam perjalanan organisasi. Gus Hery merasa bersyukur mendapatkan nasihat, doa, dan restu beliau.
Menurut Gus Hery, dukungan dan harapan para ulama harus dimaknai sebagai amanah besar. Amanah ini untuk terus berkhidmat kepada NU, umat, bangsa, dan negara dengan penuh keikhlasan serta tanggung jawab.
Sumber: AntaraNews