PBNU Gelar Munas Konbes 2026 di Kediri, Bahas Persiapan Muktamar dan Isu Strategis

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Munas Konbes 2026 di Kediri sebagai forum terakhir sebelum muktamar, membahas isu keagamaan, organisasi, hingga regulasi penting.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PBNU Gelar Munas Konbes 2026 di Kediri, Bahas Persiapan Muktamar dan Isu Strategis
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Munas Konbes 2026 di Kediri sebagai forum terakhir sebelum muktamar, membahas isu keagamaan, organisasi, hingga regulasi penting. (AntaraNews)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU tahun 2026. Acara penting ini berpusat di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Forum strategis ini menjadi ajang pembahasan persiapan muktamar serta berbagai isu krusial yang relevan bagi umat dan bangsa.

Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Ahmad Said Asrori, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum terakhir pada periode kepengurusan PBNU saat ini. Sebelum memasuki tahapan persiapan muktamar, Munas dan Konbes akan merumuskan berbagai keputusan penting. Pembukaan acara telah dijadwalkan pada Sabtu malam dan akan berlangsung selama dua hari penuh.

Munas dan Konbes NU 2026 tidak hanya fokus pada persiapan muktamar, tetapi juga mendalami masalah-masalah dunia. Pembahasan akan mencakup isu waqi'iyah, qanuniyah, dan maudlu'iyyah, serta aspek organisasi dan program. Harapannya adalah menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi warga NU, pondok pesantren, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Fokus Pembahasan Strategis PBNU Munas Konbes 2026

K.H. Ahmad Said Asrori menjelaskan bahwa Munas dan Konbes NU 2026 akan membahas berbagai persoalan strategis. Isu-isu tersebut meliputi masalah keagamaan, organisasi, hingga kebangsaan yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Forum ini menjadi wadah penting untuk merumuskan arah kebijakan NU ke depan.

Pembahasan dalam Munas secara spesifik akan mendalami masalah diniyah atau keagamaan. Ini mencakup tiga kategori utama: waqi’iyah, maudlu’iyyah, dan qanuniyah. Kategori waqi’iyah merujuk pada persoalan hukum yang muncul dari realitas sosial masyarakat.

Selanjutnya, maudlu’iyyah berkaitan dengan tema-tema tertentu yang dipandang penting dari perspektif keagamaan oleh Nahdlatul Ulama. Sementara itu, qanuniyah merupakan sikap organisasi terhadap regulasi dan peraturan perundang-undangan. Ini mencakup baik yang sudah ada maupun yang masih dalam tahap pembahasan oleh pemerintah.

Kedudukan dan Peserta Munas Konbes NU

Sekretaris SC Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Amin Said Husni, menerangkan tentang kedudukan kedua forum ini dalam sistem permusyawaratan NU. Meskipun merupakan permusyawaratan yang berbeda, Munas dan Konbes hampir selalu dilaksanakan secara paralel. Keduanya berada satu tingkat di bawah muktamar, yang merupakan forum tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Munas diikuti oleh utusan Syuriah Pengurus Wilayah NU (PWNU) se-Indonesia, merepresentasikan pimpinan keagamaan di tingkat wilayah. Sementara itu, Konbes diikuti oleh utusan Tanfidziyah PWNU dari 38 provinsi di Indonesia. Perbedaan peserta ini menunjukkan spesialisasi pembahasan masing-masing forum.

Konbes memiliki kewenangan khusus untuk membahas peraturan perkumpulan, yang kedudukannya berada di bawah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. "Kalau AD/ART dibahas dan diputuskan serta ditetapkan oleh muktamar. Sedangkan peraturan perkumpulan atau Perkum itu adalah regulasi yang dibahas dan ditetapkan di dalam Konbes ini," ujar K.H. Amin Said Husni.

Jadwal dan Harapan PBNU untuk Munas Konbes 2026

Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengumumkan jadwal pelaksanaan acara tersebut. Prosesi pembukaan telah dimulai pada Sabtu malam, menandai dimulainya rangkaian kegiatan penting ini. Rapat-rapat akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari Minggu dan Senin.

Setelah serangkaian pembahasan di Kediri, penutupan Munas Konbes akan dilaksanakan di Bangkalan. Acara penutupan ini dijadwalkan pada tanggal 23 Juli mendatang, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan akan menghadiri penutupan tersebut.

K.H. Ahmad Said Asrori menyampaikan harapannya agar Munas Konbes ini berjalan lancar dan penuh kegembiraan. "Harapannya Munas Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira, bahagia, dan tentu yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat khususnya bagi warga NU, warga pondok pesantren, warga Indonesia semuanya," katanya. Harapan ini mencerminkan tujuan mulia dari penyelenggaraan forum tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi