Pesantren Krapyak Bantah Dukung Pleno PBNU: Tegaskan Loyal pada Rais Aam dan Ketum PBNU Saat Ini
Pesantren Krapyak menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta membantah pemberitaan bahwa pesantren tempat Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mondok (menuntut ilmu) mendukung upaya mengganti Ketua Umum PBNU melalui rapat pleno. Menurut Pesantren Krapyak, pemberitaan tersebut mengandung insinuasi karena sama sekali faktanya tidak benar dan tidak sesuai dengan sikap resmi pondok pesantren tersebut.
Pernyataam tertulis tersebut ditandatangani para pengasuh pesantren, yaitu KH. Dr. Hamid Abdul Qodir Munawwir, Ny. Hj. dr. Fatimah Zaenal Abidin, KH. Muhtarot Basyro, KH. R. Chudlori Muhaimin Afandi, H. Ahmad Shidqi Masyhuri, M.Eng, KH. Nilzam Yahya, M.Ag., KH. Munawwar Ahmad Munawwir, KH. Idris Ali Maksum, Ny. Hj. dr. Khofifah Ali Maksum, KH. Fairuz Rifqi Dalhar Munawwir, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., KH. Atif Muhammad, M.A., KH. Fairuz Warson Munawwir.
Pesantren Krapyak menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan dukungan atas kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang sah saat ini. Sikap tersebut dinyatakan secara eksplisit dalam surat resmi sebagai bentuk klarifikasi terhadap isu dukungan pergantian kepemimpinan melalui rapat pleno.
Pihak Pesantren Krapyak menggarisbawahi bahwa dukungan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU saat ini merupakan bagian dari komitmen menjaga marwah organisasi, sekaligus menghindari fitnah yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tubuh Nahdlatul Ulama.
Selain menegaskan dukungan, pernyataan tersebut juga secara implisit menolak segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, termasuk manuver yang berupaya mengganti pimpinan melalui cara-cara yang tidak sesuai konstitusi organisasi.
Dengan dikeluarkannya pernyataan resmi ini, Pesantren Krapyak berharap media turut menjalankan fungsi kontrol dengan mengedepankan akurasi informasi, serta tidak memelintir sikap pesantren demi kepentingan politik praktis di tubuh NU.