Gus Yahya: Ormas Islam Siap Beri Kontribusi Nyata untuk Agenda Pemerintah
Ketua Umum PBNU Gus Yahya menegaskan Ormas Islam akan mendapat ruang luas untuk berikan kontribusi nyata dalam mewujudkan agenda pemerintah, sekaligus sepakat mendukung Presiden Prabowo.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan para ulama akan mendapatkan kesempatan besar untuk berkontribusi aktif dalam merealisasikan berbagai agenda pemerintah. Pernyataan ini disampaikan setelah Gus Yahya menghadiri acara silaturahmi Presiden bersama para ulama dan pimpinan ormas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Menurut Gus Yahya, para pimpinan ormas Islam telah mencapai kesepakatan untuk bekerja sama dengan para pembantu Presiden dalam membangun skema kolaborasi yang efektif. Kesepakatan ini menunjukkan komitmen kuat dari ormas Islam untuk turut serta dalam pembangunan nasional.
Selain itu, Gus Yahya juga menyampaikan bahwa seluruh ormas Islam sepakat untuk memberikan kepercayaan penuh serta kesempatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan agar Presiden Prabowo dapat bekerja optimal dan mewujudkan janji-janji politiknya kepada rakyat Indonesia.
Kolaborasi Strategis Ormas Islam dan Pemerintah
Gus Yahya menekankan pentingnya peran ormas Islam sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan. Ruang kontribusi ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi dan jaringan luas yang dimiliki ormas Islam di seluruh penjuru negeri.
Skema kerja sama yang akan dibangun tidak hanya terbatas pada tataran kebijakan, tetapi juga implementasi program di lapangan. Ini mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kepercayaan yang diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk dukungan moral dan politik dari komunitas Islam. Dukungan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan baru untuk menjalankan roda pemerintahan dengan lebih stabil dan efektif.
Momen Kebersamaan di Istana Negara
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah membagikan momen kebersamaan yang hangat saat berbuka puasa bersama tokoh-tokoh penting ormas Islam. Acara ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis sebelumnya.
Tokoh yang hadir antara lain Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum (Ketum) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar. Momen ini menunjukkan kedekatan dan dialog yang terjalin antara pemimpin negara dengan tokoh agama.
Melalui akun media sosial resminya @prabowo, Presiden Prabowo memperlihatkan suasana akrab saat menikmati sajian takjil dan kurma. Mereka duduk di satu meja bundar berukuran kecil, menunjukkan suasana informal namun penuh makna.
Dalam momen tersebut, Presiden Prabowo duduk diapit oleh Prof. Haedar Nashir di sisi kanan dan KH Anwar Iskandar di sisi kiri. Sementara itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar duduk di seberang Presiden Prabowo, melengkapi formasi kebersamaan tersebut.
Sumber: AntaraNews