Polres Sumedang Gagalkan Tawuran Berkedok Perang Sarung, Belasan Pemuda Diamankan
Polres Sumedang berhasil menggagalkan aksi tawuran berkedok perang sarung yang melibatkan belasan pemuda di kawasan Sawah Pojom, Jalan Naluk, Sumedang, Minggu dini hari.
Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat, berhasil menggagalkan rencana tawuran berkedok perang sarung yang akan dilakukan sekelompok pemuda. Aksi ini terjadi di kawasan Sawah Pojom, Jalan Naluk, pada Minggu dini hari, 22 Februari 2026. Upaya pencegahan ini merupakan bagian dari patroli rutin kepolisian selama bulan suci Ramadan.
Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian mengamankan sepuluh pemuda yang terlibat. Bersama para pelaku, sejumlah barang bukti turut disita untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tindakan cepat Polres Sumedang ini berhasil mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menjelaskan bahwa para pemuda yang diamankan telah dibawa ke Mako Polres Sumedang. Mereka akan menjalani pendataan, pembinaan, serta pemanggilan orang tua sebelum diserahkan kembali kepada keluarga. Langkah ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga kondusifitas wilayah.
Upaya Preventif dan Edukatif Polres Sumedang
Polres Sumedang secara konsisten melaksanakan upaya kombinasi patroli preventif dan edukatif selama bulan Ramadan. Tujuannya adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh wilayah hukum Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini mencerminkan dedikasi aparat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi warga.
Patroli rutin yang dipimpin oleh Kasat Lantas AKP Agus Sukaerdi Suryana dilaksanakan pada pukul 21.30 WIB. Fokus utama patroli ini meliputi edukasi, pembatasan jam malam bagi peserta didik, serta penanggulangan premanisme. Selain itu, upaya pemberantasan narkoba juga menjadi prioritas utama.
Petugas juga gencar melakukan pencegahan terhadap tindak kejahatan C3, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Langkah-langkah ini diambil untuk menekan angka kriminalitas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Barang Bukti dan Tindak Lanjut Penanganan Kasus Tawuran
Dalam penggagalan aksi tawuran berkedok perang sarung tersebut, Polres Sumedang berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya adalah delapan sarung yang telah diisi dengan batu, menunjukkan niat serius para pelaku untuk melukai. Barang bukti ini menjadi indikasi kuat rencana kekerasan yang akan dilakukan.
Selain sarung berisi batu, polisi juga menyita satu penggaris pendek dan satu penggaris panjang yang telah ditajamkan. Sebuah golok turut diamankan, menambah daftar senjata tajam yang dibawa oleh para pemuda. Penemuan ini menegaskan bahaya laten dari aksi tawuran semacam ini.
Tidak hanya itu, tujuh unit kendaraan roda dua yang digunakan para pemuda juga turut diamankan oleh petugas. Seluruh barang bukti tersebut kini berada di Mako Polres Sumedang untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera.
Kesepuluh pemuda yang terlibat kini sedang menjalani proses pendataan dan pembinaan di Polres Sumedang. Pihak kepolisian juga akan memanggil orang tua mereka. Setelah proses pembinaan selesai, para pemuda akan diserahkan kembali kepada keluarga dengan harapan tidak mengulangi perbuatan serupa.
Pentingnya Sinergisitas Masyarakat dalam Menjaga Kamtibmas
Kapolres Mahardika menekankan bahwa menjaga kondusifitas wilayah bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata. Seluruh elemen masyarakat diharapkan turut serta dalam upaya kolektif ini. Sinergi antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Selain patroli rutin malam hari, Polres Sumedang juga menggelar patroli dialogis ngabuburit pada pukul 16.00 WIB melalui Sat Samapta. Patroli ini bertujuan untuk memberikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat yang beraktivitas di sore hari. Pendekatan dialogis ini diharapkan dapat membangun kedekatan dengan warga.
Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua dan pihak sekolah, untuk bersama-sama menjaga wilayah. Sinergisitas antara kepolisian, keluarga, dan lembaga pendidikan sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja. Hal ini juga krusial untuk menanggulangi gangguan kamtibmas yang dapat meresahkan warga.
Sumber: AntaraNews