Polisi Tangkap 2 Orang Terduga Pelaku Pembunuhan Karyawan Ayam Geprek yang Mayatnya Disimpan di Freezer tanpa Tangan dan Kaki
Polisi menangkap dua terduga pelaku kasus mayat karyawan ayam geprek di freezer Bekasi. Penyidikan masih dikembangkan.
Penyidik Polda Metro Jaya menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang pekerja di kios ayam geprek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Keduanya berinisial S dan DS alias ANC.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Abdul Rahim, menyampaikan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung.
"Benar, dua orang sudah ditangkap dan sedang dilakukan pengembangan," kata Abdul Rahim dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Ia belum merinci lebih jauh terkait peran masing-masing terduga pelaku. Namun, kondisi korban saat ditemukan disebut dalam keadaan mengenaskan.
"Korban di simpan dalam freezer dengan kondisi tanpa tangan dan kaki," ujarnya.
Penemuan Jasad dalam Freezer
Kasus ini terungkap setelah pemilik kios berinisial AL mendatangi tempat usahanya di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Serang Baru, Bekasi. Ia datang untuk mengecek kondisi kios yang ditinggalkan para pekerja selama mudik Lebaran.
Saat memeriksa, AL melihat sesuatu yang mencurigakan dari dalam freezer melalui celah pintu.
“Saya datang ke sini karena karyawan pada mudik semua. Pas saya cek dan intip dari celah, saya lihat ada yang mencurigakan,” ujar AL.
Setelah membuka freezer, ia menemukan jasad korban yang telah terbungkus kain dan plastik.
“Waktu freezer dibuka, ternyata korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalamnya,” tambahnya.
Korban diketahui bernama Pak Bedul (45), yang bekerja sebagai pekerja lepas sekaligus petugas keamanan di kawasan tersebut.
Barang Hilang dan Karyawan Tak Dapat Dihubungi
Selain penemuan jasad, pemilik kios juga melaporkan adanya kehilangan barang operasional. Dua sepeda motor milik karyawan tidak ditemukan di lokasi.
“Dua sepeda motor yang biasa digunakan oleh korban dan satu karyawan lain hilang. Itu motor operasional,” kata AL.
Ia juga menyebut dua karyawan lainnya tidak dapat dihubungi sejak beberapa hari sebelum penemuan jasad.
“Karyawan (tetap) saya ada dua, laki-laki usia 28 tahun dan 24 tahun, tapi motor tidak di kios itu. Saya tidak tahu di mana, karyawan juga tidak bisa ditelepon, di chat WhatsApp juga ceklis satu,” jelasnya.
AL menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi saat ini masih mendalami keterkaitan antara hilangnya barang dengan peristiwa penemuan jasad tersebut.