Kepolisian terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang satpam di Bekasi.
Terbaru, polisi menangkap satu orang tambahan yang diduga berperan sebagai penadah barang milik korban.
Dengan penangkapan tersebut, total tiga orang telah ditangkap dalam perkara ini.
Kasubdit Penmas Biddhumas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, menyampaikan dua tersangka utama berinisial ANC dan S sebelumnya telah lebih dulu ditangkap.
“Benar. Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik telah mengamankan dua tersangka utama, yaitu ANC dan S. Selain itu, penyidik juga mengamankan A yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil curian milik korban,” kata Andaru dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Advertisement
Penyidik mengungkap sejumlah barang milik korban sempat dijual setelah peristiwa pembunuhan terjadi. Telepon genggam korban dilepas melalui transaksi daring pada 22 Maret 2026.
Ponsel tersebut dijual melalui sistem COD di Facebook dengan harga Rp450 ribu. Selain itu, sepeda motor milik korban juga dijual dalam waktu berdekatan.
Motor Honda Vario dilepas seharga Rp2,3 juta pada keesokan harinya, sementara motor Honda Beat dijual pada malam hari dengan harga Rp1,85 juta melalui transfer ke dompet digital milik tersangka.
"Adapun penggunaan hasil penjualan tersebut masih didalami oleh penyidik," ujar dia.
Advertisement
Dalam pengungkapan kasus, korban berinisial AH (39) diketahui dimutilasi, kemudian bagian tubuhnya dibuang di wilayah Kabupaten Bogor.
Temuan pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan kebun bambu di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2, Desa Selawangi, Kecamatan Cariu.
Di lokasi tersebut ditemukan potongan tangan dan kaki korban yang dibungkus plastik merah. Tak lama berselang, petugas kembali menemukan potongan tubuh lain.
"Temuan kedua sekirar 2 kilometer dari lokasi penemuan pertama. Di lokasi tersebut, pada pukul 20.30 WIB, ditemukan satu potongan paha bagian atas lainnya di tumpukan sampah," tandas dia.
Bagian tubuh korban ditemukan terpisah di dua titik yang berjarak sekitar dua kilometer.